Anggota Harus Sadar dan Membuat Agen yang Handal

Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto memberikan arahannya dalam Musenbang Polda Papua, Selasa (15/6) kemarin.(Elfira/cepos)

JAYAPURA  Dua hal yang disampaikan Wakapolda pada Musrenbang Polda Papua tahun 2021 tentang konsep besar yang harus dijalanani di Polda Papua. Sebagaimana Wakapolda sedang menyiapkan naskah narasi Binmas Noken dengan bekerja sama dengan second layer agar menjadi pedoman dalam menjalankan tugas di lapangan.

Dijelaskan Wakapolda, Operasi Nemangkawi yang dulu merupakan operasi terpusat akan dialihkan ke satuan wilayah yang di backup Mabes Polri. Konsep implementasi itu tidak sulit karna telah dilakukan oleh rekan-rekan sekalian dengan dukungan ekternal yang berisi counter part dan stake holder serta internal yang berisi semua fungsi teknis Kepolisian dan fungsi pendukung.

“Saya ingin memastikan rekan-rekan semua sadar, dan akan membuat agen-agen handal. Operasional Binmas Noken terdapat 6 program yakni, KASUARI (Kesejahteraan Untuk Anak Negri) meliputi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan perindustrian dengan penanggung jawab Dir Binmas Polda Papua. KOTEKA (Komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas) meliputi Silaturahim dan komunikasi lintas tokoh dengan penanggung jawab Dir Intelkam Polda Papua,” jelas Wakapolda dalam acara Musrembang, Selasa (15/6)

Lanjutnya, SI-Ipar atau Polisi Pi Ajar meliputi Trauma healing, belajar sambil bermain dengan penanggung jawab Dir Lantas Polda Papua. PEKA (Peduli Kamtibmas) meliputi Keamanan lingkungan; community policing dengan penanggung jawab Dir Samapta Polda Papua. Sementara MATOA (Millennial Torang Maju) terkait Saka bhayangkara, FGD (Focus Group Diskusi), KIR (Karya Ilmiah Remaja), dan PAPEDA Sus, Narkoba) (Pemuda Pemudi Cendekia) Seminar, Kajian Pustaka, dll bersama insan Cendekia Muda dengan penangung jawab Direskrimum, Direskrimsus dan Dir narkoba Polda Papua.

“Dengan mengetahui diri sendiri kita dapat memahami orang lain karna kita bukan bekerja dan berhadapn dengan mesin tetapi dengan orang yang memiliki hati nurani dan jiwa. Esensi yang disampaikan Giddens yaitu kita hidup dalam struktur-struktur yang terdapat banyak agen dan agen itu adalah kita ini serta jika ada interaksi antar agaen disebut agensi,” kata Wakapolda. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *