Sebagai Wadah Perempuan Asli Port Numbay

Anggota MRP Pokja Perempuan Nerlince Wamuar Rollo bersama Mama-mama Port meresmikan Kantor baru mereka di Jalan Pantai Holte Kamp, Senin, (14/6) kemarin.(Noel/Cepos)

*Kemarin, Kantor LPA – PN Diresmikan

JAYAPURA – Perempuan adat Port Numbay dari 10 Kampung Asli secara bersama meresmikan Kantor Lembaga Perempuan Adat Port Numbay (LPA – PN) yang terletak di Jalan Pantai Holtekam, Senin, (14/6).
Pembangunan Kantor ini bertujuan guna mewadahi 10 Kampung perempuang adat di Jayapura, Skouw , Yoka, Waena, Nafri, Egros, Taubati, Kayo pulo, Skouw Mabo, Skouw Yambe, Nafri.
“Selama ini kami tidak punya tempat maka dengan hadirnya Kantor ini akan mewadahi Perempuan asli Port Numbay, Sebelumnya satu tahun lalu wali kota melantik perempuan Port dan wali Kota berharap wadah ini dapat teris hidup maka kami trrus bergerak mandiri menunjukan kamu juga ada di negeri kami,” Kata Anggota MRP Pokja Perempuan, Nerlince Wamuar Rollo, usai meresmikan kantor dan memberikan bantuan dana kepada mama Port Numbay di Pasar Port Numbay, Jalan Holtekamp, Senin, (14/5).
Hal yang menarik bahwa pembangunan gedung kantor dan rumah pengelola pasar juga dapur serta rencana pembangunan mini market dilakukan tanpa bantuan dari pemda Kota Jayapura dan Provinsi Papua.
Istri Ondoafi Abisai Rollo itu, mengatakan lokasi dan kantor itu akan digunakan bagi keperluan perempuan asli Port Numbay. “Area ini bagi perempuan adat Port Numbay mereka akan pakai untuk bicara kreatifitas dan kearifan lokal mereka serta hasil alam, mereka bisa jual disini dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga berencana akan bangun galeri dan mini market untuk mengumpul pengrajin yang ada di Port Numbay dan tidak menutup kemungkinan ia juga berikan ruang juga bagi perempuan lain jika ingin berjualan hasil kerajinan tangan.
“Harga jual harus di jual murah dan dengan menghitung bahan dan proses pembuatan. Misalnya membuat noken benang 6 ikat, tingat kesulitan, waktu di buat berapa hari sehingga bisa bebankan harga jual satu noken itu tidak mahal ini harus di hitung itu yang kami ajarkan, Harus dijual dengan harga yang pantas sehingga orang tidak takut beli. Harapan perempuan Port mari jualan disini karena ini tempat kalian,” paparnya.
Selain itu, berkaitan dengan PON XX Tahun 2021 pihaknya akan mengajak perempuan Port di 10 Kampung untuk bisa membuktikan bahwa perempuan port juga ada.
“PON tahun ini kami Perempuan Port Numbay harus siap dengan galeri dan Mini market,” katanya.
Sementara, bantuan yang ia berikan diantaranya 1 unit perahu nelayan, satu kampung dibantu Rp 10 juta maka 10 kampung jadi Rp 100 juta dengan harapan perempuan Port bisa lakukan sesuatu.
“Kami tidak bisa tunggu bantuan pemerintah dan PB PON karena mereka sibuk, maka Kami juga bagi hasil kebun kepada mama Port Numbay di 10 Kampung, dan bangun kantor semua kami buat untuk kemuliaan Tuhan,” bebernya. (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *