Sebulan, 15 Anggota KKB Ditembak

Anggota Satgas Nemangkawi TNI-Polri yang tiba di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, saat melakukan patroli dalam rangka memberikan perlindungan kepada warga Beoga dari gangguan dan teror KKB, Kamis (15/4)

*Satgas Nemangkawi Kedepankan Tindakan Tegas dan Terukur

JAKARTA, Jawa Pos-Satgas Nemangkawi baru saja menyampaikan bahwa telah menembak 15 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB), dalam waktu satu bulan terakhir.
Namun, operasi pengejaran kelompok yang telah dicap sebagai teroris itu diprediksi bakal panjang dan berliku. Diprediksi jumlah anggota KKB mencapai sekitar 150 orang.
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol M. Iqbal Alqudusy menuturkan, hanya dalam satu bulan telah ada 15 orang KKB yang tertembak. Empat orang diantaranya meninggal dunia dan sebelas sisanya mengalami luka tembak. ”Hanya dalam sebulan,” ujarnya.
Satgas Nemangkawi akan terus mengedepankan tindakan tegas dan terukur terhadap teroris KKB. Pengejaran akan terus dilakukan untuk melindungi masyarakat. ”Kelompok ini terus melakukan teror,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
Bahkan, tempat persembunyian dari KKB telah ketahui secara menyeluruh. Yang ada di berbagai posok di Papua. ”Karena itu tinggal menunggu waktu saja,” terang polisi yang juga menjabat sebagai Kabidhumas Polda Jawa Tengah tersebut.
Namun begitu, perlu dipahami bahwa Polri sendiri memprediksi jumlah anggota KKB mencapai 150 orang. Yang terdiri dari gabungan dari sejumlah kelompok. Jumlah itu jauh dibawah jumlah yang diklaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), yang disebut pemerintah sebagai teroris KKB.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, jumlah anggotanya tidak hanya 150 orang seperti yang disebut pemerintah Indonesia. Melainkan, 2.500 orang untuk setiap Komando Daerah Pertahanan (Kodap). ”Kami memiliki 33 Kodap,” ujarnya.
Saat ini belum semua Kodap bergerak untuk melakukan penyerangan. Namun, Kodap yang telah aktif akan terus melakukan aksi untuk memperjuangkan nasib rakyat Papua. ”Ini belum sampai ke revolusi total, dimana semua Kodap bergerak,” tuturnya.
Dia kembali menegaskan bahwa tuntutan hanya satu untuk berunding ditengahi oleh PBB. ”Sampai itu tercapai, semua terus melanjutkan perang ini,” paparnya dalam keterangan tertulisnya.
Sementara Pengamat Terorisme Al Chaidar menuturkan, pengejaran terhadap teroris KKB ini akan begitu panjang. Mengingat jumlah anggotanya dan kesulitan medan yang begitu tinggi. ”Kalau dibandingkan dengan MIT Poso yang saat ini juga belum selesai, tentunya hamper sama. Walau tingkat kesulitan tentunya berbeda,” terangnya. (idr/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *