Koalisi Mario Sikapi Kisruh Bupati dan Wakil Bupati

Ketua Partai Hanura Kabupaten Jayapura, Yohanis Hikoyabi bersama Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Jayapura.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Partai koalisi pengusung paket Mario (Matius Awoitauw dan Giri Wijayantoro) pada Pilkada Kabupaten Jayapura Tahun 2017 lalu, angkat bicara menyikapi konflik internal pimpinan daerah Kabupaten Jayapura.
Seperti diketahui paket Mario dalam Pilkada Tahun 2017 lalu itu, diusung oleh tiga partai yaitu Nasdem, Demokrat dan Hanura. Bupati Mathius Awoitauw dan Wakil Bupati Giri Wijayantoro sebelumnya berada dalam satu partai yaitu Partai Nasdem.
Ketua Partai Hanura Kabupaten Jayapura, Yohanis Hikoyabi sangat menyayangkan sikapWakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro yang memilih menyampaikan persoalan internalnya kepada publik melalui media. Semestinya kata dia, persoalan internal dalam partai maupun pemerintahan tidak boleh dipublikasikan dan itu harus diselesaikan secara baik-baik di internal.
Sehubungan dengan itu, karena hal itu sudah disampaikan kepada publik maka pihaknya selaku partai koalisi sudah mulai ancang-ancang mengambil sikap. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Bupati Jayapura.
“Kami dari koalisi sendiri tetap menunggu petunjuk dari Bupati Jayapura. Karena yang menentukan ini hanya partai koalisi, yaitu Nasdem, Demokrat dan Hanura,”kata Yohanis Hikoyabi dalam jumpa pers di Sentani, Sabtu (12/6).
Dia mengungkapkan, lebih etis jika Wakil Bupati Giri Wijayantoro mengundurkan diri secara baik dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Jayapura melalui dokumen resmi dan ditandatangani di atas materai 6000.
Terkait persoalan ini, Yohanis juga meminta DPRD Jayapura untuk menyikapinya dengan menggunakan hak interpelasi untuk memanggil Bupati Jayapura dan Wakil Bupati Jayapura mengenai persoalan tersebut.
“Apa yang terjadi di internal pimpinan daerah ini, itu yang kita dari DPRD perlu menyikapinya,”katanya.
Kalau dari hasil investigasi yang dilakukan DPRD terkait pernyataan yang dilontarkan oleh Wakil Bupati Jayapura itu apabila mengarah kepada adanya tindakan yang melanggar kode etik, maka DPRD akan menuju kepada hak angket dan akan melakukan paripurna istimewa untuk pergantian wakil bupati.
Dia menegaskan, selaku partai koalisi, pihaknya akan mengawal proses ini hingga Wakil Bupati Jayapura diganti. Namun demikian, sekali lagi dan mengatakan masih harus menunggu petunjuk dari Bupati. Lebih jauh lagi Yohanes menyebutkan, jika hari ini Bupati Jayapura dijabat oleh kader Nasdem maka untuk menggantikan Giri Wijayantoro yang turut menentukan adalah Demokrat dan Hanura.
“Sekarang kan bupati sudah dari NasDem, sekarang yang punya hak untuk mengusulkan nama wakil bupati adalah Hanura dan Demokrat, itu yang punya hak,” bebernya.
Sementara itu Sekretaris Demokrat, Yopi Gareda mengatakan, pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung apa yang telah disampaikan oleh koalisi Partai Hanura itu.
” Apa yang disampaikan dari ketua Hanura, kami dari Demokrat sangat mendukung,” tandasnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *