Digerebek, Pemilik Pabrik Milo Kabur

WAMENA– Meskianggota Polres Jayawijaya terus melakuka razia terhadap tempat -tempat pembuatan dan penjualan miras dalam kota Wamena, namun tetap saja masih ada beberapa oknum warga yang masih terus menjual maupun memproduksi miras lokal ini.
Terbukti, aparat kepolisian kembali menemukan sebuah pabrik miras lokal di Jalan JB Wenas Wamena. Hanya saja, saat digerebek polisi, pemilik pabrai miras lokal (Milo) ini berhasil kabur dari pintu belakang..
Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM ketika di konfirmasi membenarkan adanya temuan tempat pembuatan miras tersebut yang sudah ditinggal oleh pemiliknya, lantaran melarikan diri usai petugas melakukan penggerebekan di salah satu rumah yang ada di Jalan JB Wenas Wamena.
“Regu patroli kami mendapat informasi adanya tempat pembuatan miras dari Personel sat Narkoba di Jalan JB Wenas, regu patroli bersama dalmas langsung kesana dan mendapati sebuah pabrikan miras jenis balo yang difermentasi menjadi CT di Jalan JB Wenas,”beber Kapolres jayawijaya Sabtu (12/6) kemarin.
Kapolres mengungkapkan bahwa dari keterangan tetangga, pelaku merupakan seorang laki-laki. Pada saat dilakukan penggerebekan pelaku berhasil kabur melalui pintu belakang rumah yang digunakan sebagai tempat membuat atau memproduksi miras lokal yang sering kali diedarkan di Wamena.
“Ini merupakan bukti kami masih melakukan operasi terhadap tempat-tempat pembuatan miras lokal yang sering kali menjadi sumber masalah di Wamena, kami juga akan mencari pelaku yang membuat miras ini, sehingga sementara peralatan pembuatan miras kami sita untuk menjadi barang bukti,” katanya
Menurutnya, operasi terhadap tempat pembuatan dan penjualan miras ini masih berlangsung, bersamaan dengan patroli dan hunting, sehingga pada saat berjalan dan mendengar adanya tempat pembuatan dan penjualan maka anggota pasti menghampiri tempat itu.
“Kita lihat meskipun kita sering lakukan razia namun orang yang mabuk masih banyak, kebanyakan para penjual dan pembuat ini melakukan aktifitasnya secara sembunyi -sembunyi sehingga tetap saja masih ada,”tuturnya.
Kapolres menambahkan jika pembuat dan penjual terus melakukan aktifitas, sebab kebutuhan akan miras ini seperti “vitamin” untuk menumbuhkan adanya kriminal terhadap masyarakat yang lain, tentunya ini tidak disadari oleh oknum -oknum yang melakukan bisnis terlarang seperti pembuatan miras lokal di Wamena. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *