Jangan Lupa! Selain PON Juga Ada Peparnas

Atlet Renang NPC Papua saat berlatih di Aquatik Jakabaring Sport City, Palembang, Jumat (11/6).(Erik / Cepos)

JAYAPURA – Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2020 (Pembaharuan Inpres Nomor 10 tahun 2017), bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua tahun 2021 merupakan hajatan Negara yang akan dilaksanakan di Bumi Papua dan tak terpisahkan.

Sayangnya, gaung pelaksanaan Peparnas XVI saat ini tidak setenar persiapan PON XX Papua. Fokus masyarakat lebih digiring menuju pelaksanaan PON dan masih memandang Peparnas XVI sebelah mata.

Padahal kedua event olahraga empat tahunan tersebut sama-sama merupakan pesta olahraga tersebar tanah air. Apalagi pemerintah telah menegaskan, bahwa hak kaum difabel telah disejajarkan dengan kaum normal.

Sebab itu, Sekretaris I PB Peparnas Papua, Timotius Matuan, berharap, agar seluruh masyarakat Papua turut mendukung pelaksanaan Peparnas XVI di Papua.

“Saat ini semua orang hanya berbicara PON, padahal sesuai Inpres Presiden, PON dan Peparnas adalah sebuah kegiatan yang satu paket. Sehingga PON sukses, Peparnas pun demikian,” ungkap Timotius Matuan kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Jumat (11/6).

“Harusnya jika masyarakat berbicara PON, maka Peparnas jangan dilupakan. Kami juga terus melakukan upaya-upaya agar gaung Peparnas ini bisa dirasakan oleh semua masyarakat se-Papua,” sambung Timotius.

Menurut Timotius, PB Peparnas saat ini sedang intens melakukan persiapan. PB Peparnas pertengahan Juni, sambung Timotius, akan melakukan CdM ke-II Peparnas XVI di Kota/Kabupaten Jayapura.

Nantinya, dalam CdM yang akan dihadiri 34 kontingen se-Indonesia, sambung Timotius, PB Peparnas Papua melalui bidang-bidangnya akan menyampaikan progres kesiapan Papua dan meyakinkan setiap kontingen bahwa Papua telah siap menyambut Peparnas XVI 2021.

“Kami minta dukungan seluruh masyarakat Papua, mari kita sama-sama sukseskan Peparnas XVI Papua. Karena ini kepercayaan yang diberikan kepada kita masyarakat Papua,” pungkas Timotius. (eri/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *