Dua Pasar Megah di Wilayah Pembangunan 3 Mubazir

Sejumlah anggota Komisi A DPRD Jayapura saat meninjau kompleks pasar rakyat yang ada di Distrik Nimboran, Jumat, (11/6).(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sangat miris, kondisi pasar yang dibangun permanen dan megah di wilayah Pembangunan 3 khususnya yang ada di Distrik Nimboran dan Distrik Nimbokrang saat ini dibiarkan mubazir dan tidak terurus.

Berdasarkan pengakuan masyarakat setempat, pasar itu sama-sama dibangun sekitar 2016 lalu melalui program Presiden Joko Widodo. Namun usai dibangun, pasar tersebut tidak kunjung digunakan atau dimanfaatkan, padahal kehadiran pasar ini sesungguhnya sangat diharapkan oleh masyarakat karena dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi mereka dengan memberdayakan potensi yang ada di setiap kampung.

Jumat (11/6) kemarin, seluruh anggota Komisi A DPRD Jayapura melakukan kunjungan kerja ke di wilayah itu. Dalam kunjungan itu, mereka meninjau langsung kondisi dua bangunan pasar yang dihadirkan oleh pemerintah pusat pada 2016 lalu itu.

Ketua Komisi A DPRD Jayapura, Hermes Felle sangat menyayangkan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang dinilai lambat merespon dan cenderung tidak serius memanfaatkan bangunan pasar yang sudah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu.

“Komisi A sesalkan, Pemkab menelantarkan pasar yang dibangun dengan megah ini,” kata Hermes Felle kepada wartawan di sela-sela kunjungannya bersama anggota Komisi A lainnya ke Distrik Nimboran, Jumat (11/6), kemarin.

Politisi PDIP tersebut mengaku kecewa karena pemerintah tidak responsif untuk menindaklanjuti kehadiran dari bangunan itu.

“Kami sangat kecewa, seharusnya bangunan ini segera digunakan,” tandasnya.

Apalagi kata dia, khusus di pasar rakyat yang digunakan oleh masyarakat Nimboran di Genyem kota, saat ini sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Pemkab Jayapura untuk segera memindahkan Pasar Nimboran itu ke pasar yang baru dibangun oleh pemerintah pusat itu. Termasuk pasar yang ada di Distrik Nimbokrang yang terletak di daerah pinggir jalan lintas utama Kabupaten Jayapura-Sarmi.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *