Data BPS, Jumlah Penduduk Berkurang 5000 Jiwa

Eymus Weya.(Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Data penduduk Kabupaten Jayapura melalui pendataan yang dilakukan oleh  Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura pada 2020 lalu, basis data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jayapura mengalami perbedaan yang sangat signifikan, dalam hal ini terjadi pengurangan jumlah penduduk dari hasil pendataan BPS mencapai  5000 penduduk.

“Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebanyak 171.554  penduduk, sedangkan data dari BPS 161.554, terjadi selisih sebanyak 5000 penduduk, ini diketahui dari hasil LKPJ Bupati 2020 yang diserahkan 2021 ini,” kata anggota DPRD Jayapura, Eymus Weya kepada wartawan di Sentani, Jumat, (11/6).

Menurut dia, mestinya jumlah data penduduk di Kabupaten Jayapura antara hasil pendataan BPS dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jayapura itu tidak boleh berbeda. Kemudian ketika terjadi perbedaan seperti itu, seharusnya dijelaskan alasan utamanya, mengapa hal itu terjadi.

“Kalau data BPS turun karena bencana sehingga masyarakat pindah tempat tinggal dan lain-lain, tapi semestinya harus jelaskan data yang sesungguhnya,” ujarnya.

Bahkan kata dia, berdasarkan hasil wawancara beberapa sampel yang dilakukan pihaknya di 10 distrik dari 19 distrik di Kabupaten Jayapura, justru ada masyarakat atau keluarga yang tidak didatangi oleh petugas BPS. Contoh kasusnya ketika petugas BPS mendatangi suatu rumah dan tanpa ada penghuni rumah maka pihak BPS justru cenderung berlalu begitu saja tanpa mendatanginya lagi.

“Kalau memang saat hari pertama mereka masuk tidak ada keluarga atau orang di situ, besoknya mungkin mereka datang lagi, tetapi ini mereka tidak lakukan,” ujarnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *