Sebelum PON, Merauke Ditargetkan Zero Covid

Sekda Ruslan Ramli, SE, MSi.(Dok/Cepos)

MERAUKE– Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Satuan Tugas Covid-19 terus berupaya agar kasus Covid di Kabupaten Merauke terus mengalami penurunan. Bahkan  sampai Rabu (9/6) kemarin, jumlah pasien Covid di Kabupaten Merauke sebanyak 2 kasus yang sehari sebelumnya  terjadi penambahan 1 kasus menjadi 3 pasien dirawat dan di karantina.

   Namun karena satu pasien selesai   karantina dan dinyatakan sembuh, sehingga pasien Covid yang dirawat kembali menjadi 1 orang. Terkait dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Ruslan Ramli, SE, M.Si  mengungkapkan bahwa memang diharapkan sekaligus  telah ditegaskan bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT bahwa sebelum PON  XX dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang  Merauke sudah masuk dalam zona hijau.

   “Jadi harapannya, sebelum pelaksanaan PON  Merauke sudah zero kasus Covid,’’ tandas  Ruslan Ramli.

  Karena itu, lanjut Ruslan Ramli saat rapat dengan PB PON di Jayapura, pihaknya sudah mengharapkan  agar yang datang ke Merauke dan Papua pada umumnya tidak menulari dan yang ada di Merauke tidak menulari yang datang. “Artinya setiap orang wajib menjaga kesehatan masing-masing sehingga tidak menularkan virus itu,” terangnya.

  Termasuk  yang harus diperhatikan adalah seluruh peserta PON yang datang ke Merauke sudah vaksin Covid, kecuali  peserta yang umurnya masih di bawah 18 tahun. ‘’Tapi, bagi peserta yang  umurnya  di bawah   18 tahun, harus dilakukan PCR. Karena kita tidak mau setelah pelaksanaan PON  terjadi cluster  PON baik di kita maupun para peserta saat pulang. Jadi kita sama-sama menjaga komitmen dari kita masing-masing sehingga penyebaran virus itu kita eliminasi,’’ jelasnya.

   Soal keberadaan Satuan Tugas  (Satgas) Covid-19, Sekda  Ruslan Ramli menjelaskan bahwa sampai saat ini masih tetap eksis,  namun lebih sederhana dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Dari strukturnya  kita ubah menjadi struktur kaya fungsi. Kalau dulu cukup besar, sehingga saling berharap. Karena itu dengan  struktur yang ada sekarang kita berharap lebih efektif, apalagi dengan  adanya Permendagri yang baru untuk penyederhanaan  tapi efektifitasnya  lebih fokus,” terangnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *