Pergerakan IPM dan Angka Kemiskinan Berjalan Lambat

Pelaksanaan pembukaan Musrembang tingkat Kabupaten Jayawijaya, Rabu (8/6).(Denny/Cepos)

WAMENA-Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda)  Kabupaten Jayawijaya Petrus Mahuze mengungkapkan bahwa Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan angka kemiskinan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya dari tahun ke tahun pergerakannya semakin kecil.

   Sebab, 3 komponen pembentuk indicator ini tidak berjalan bersamaan, yakni, pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Artinya 3 sub indikator ini yang harus digenjot. Ada apa dengan pendidikan, sehingga IPM masih seperti itu, atau bagaimana dengan kesehatan dan perekonomian

  “Tiga komponen ini harus sinergi pendidikan, kesehatan dan perekomian bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat, lintas sektor ini yang harus bersinergi, dalam Musrembang kita sengaja membahas ini agar semua OPD itu mendengar,” ungkapnya Kamis (10/6) kemarin.

  Kalau OPD sudah mendengar, kata Petrus, mungkin bisa memberikan masukan. Artinya, jika ada OPD yang memiliki dukungan dari pusat, mungkin bisa mendukung OPD lain dalam rangka pencapaian sasaran peningkatan IPM di Jayawijaya sehingga saling bersinergi.

  “Ini harus bersinergi, bagaimana 3 indikator pembentukan IPM ini harus berjalan bersama, sehingga pemulihan perekonomian masyarakat bisa dilakukan,” katanya.

  Ia menyatakan target tahun depan sesuai dengan tema pemulihan ekonomi, jasa dan pariwisata memang OPD teknis yang akan bergerak. Diharapkan , ada potensi pengembangan sektor yang sangat potensial, seperti pertanian, perkebunan , perikanan dan termasuk pariwisata yang menjadi program jangka panjang.

   “Walaupun saat ini dalam masa pandemi ini berkurang atau hilang sebenarnya, tetapi kalau di tingkat lokal perlu untuk terus dikembangkan, dari sektor perdagangan dimana hasil bumi dari masyarakat bisa dipasarkan apalagi sebentar lagi ada PON Papua hasil ini bisa dijual di kegiatan tersebut,”jelasnya.

  Ia mengaku pencapaian dari target visi dan misi pemerintah ini tidak tercapai, bukan karena pandemi Covid -19. Hanya memang penempatan belanjanya belum fokus, sehingga diharapkan dalam forum Musrenbang ini ada masukan, sehingga nanti OPD menyusun rencana kerja anggaran sudah fokus.

  “Kami harapkan dalam penyusunan rencana kerja bisa fokus dan tidak lagi membelanjakan anggaran padahal yang tidak perlu dilakukan karena di tahun 2020 untuk keluarga miskin di Jayawijaya mencapai 37,22 persen,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *