Pemilik 8 Satwa Dilindungi Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos Bersama anggotanya ketika mendatangi TKP dan menemukan barang bukti satwa dilindungi yang sebelumnya sudah di-police line hilang dari kendang atau sangkar. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Pemilik dari 8 satwa yang dilindungi dan telah di-police line oleh Penyidik  Reserse Kriminal Polres Merauke berinisial AK, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. “Pemilik dari satwa yang dilindungi tersebut sudah kita tetapkan sebagai tersangka,”  Kapolres Merauke  AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos, SIK kepada wartawan di Mapolres Merauke, Kamis (10/6).   

   Jika sebelumnya  pemilik Satwa tersebut dimintai keterangan sebagai saksi maka saat pemanggilan dan pemeriksaan kemarin yang bersangkutan sudah diperiksa sebagai tersangka. “Yang bersangkutan sementara menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Rencana hari ini tersangka kita tahan setelah menjalani pemeriksaan tersebut,” tandasnya.    

   Kasat menjelaskan bahwa dari pengakuan  tersangka, jika satwa-satwa tersebut  dipelihara untuk kesenangan. Hanya saja, satwa-satwa tersebut masuk dalam kategori appdendiks I dan berdasarkan peraturan pemerintah tidak boleh ditangkap dan dipelihara. Dalam rangka penelitian saja, harus mendapatkan izin dari Presiden.

   “Kalau menurut pengakuan  tersangka, ada yang datang sendiri ke tempat  usaha tersebut kemudian mereka tangkap, dan ada juga yang datang dibawa orang jual kemudian mereka beli,’’ jelasnya.

   Namun satwa-satwa tersebut hilang ketika  sudah di-police line oleh Polisi. “Ada orang yang telah merusak TKP dan satwa-satwa itu hilang,” terangnya.

  Kedelapan satwa  tersebut yakni 1 ekor burung Cenderawasih, 2 ekor elang dada putih, 1 ekor  Kakak Tua Raja, 2 ekor  Kakak Tua Jambul Kuning, 1 ekor Nuri Hijau dan 1 ekor drangkol.  Sekadar diketahui, police line terhadap 8 ekor satwa yang dilindungi tersebut dilakukan Satuan Reserse Kriminal Polres Merauke di sebuah usaha Krapyak di Spadem, Kelurahan Muli Merauke. Namun pada Jumat (4/6), saat  penyidik ke TKP,  seluruh satwa  yang di-police line tersebut hilang. Bahkan, ada police line yang dirusak untuk menghilangkan barang bukti. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *