DPPAD Papua Bangun SMA Marau Kabupaten Yapen

Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait ST. M.Si bersama Bupati Yapen Toni Tesar ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan kelas baru SMA Negeri Marau Kabupaten Yapen, Rabu (9/6) lalu.(DPPAD for Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendisikan Perpustakaan dan Arsib Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, terus berkomitmen meningkatkan citra dan mutu pendidikan di Papua. Hal tersebut diwujudkan dengan peletakan batu pertama pembangunan SMA Negeri Marau, Kabupaten Yapen.

Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilait ST. M.Si bersama Bupati Yapen, Toni Tesar melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMA Marau Kabupaten Yapen, Rabu (9/6).

Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilait ST. M. Si menjelaskan, pembangunan sekolah ini merupakan upaya yang dilakukan pihaknya dalam meningkatkan harga diri bangsa,  khususnya Pemerintah Provinsi Papua.

“Saya bersama Bapak Bupati Yapen melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan 3 ruang belajar dan satu rumah guru. Ini akan kami rencanakan untuk pembangunan ruangan lainnya dan ini awal mula pembangunan sekolah,”ungkapnya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Kamis (10/6) .

Pihaknya tidak ingin ada sekolah yang sudah ada izin oprasional namun tidak memiliki fisik pembangunan sekolah .

Dirimya sangat mengapresiasi Bupati Yapen dan semua tokoh Distrik Marau karema telah memberikan dukungan adanya SMA tersebut. SMA Negeri Marau sendiri didukung dengan adanya 5 SMP yang ada di daerah tersebut.

  Sementara itu Plt Kepala sekolah SMA Negeri Marau, Piter Turobi mengatakan,  selama tahun 2019 meminjam ruang belajar SMP Negeri Marau untuk melakukan proses belajar mengajar dan pada tahun 2020 pihaknya meminjam sekolah SD Solagratia Marau.

“Sekarang ada 86 siswa dan tahun ini kita ada penerimaan lagi. Saya apresiasi Pak Kadis karena sudah membuat program pembangunan ini sehingga ke depan kami tidak lagi meminjam gedung sekolah,”pungkasnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *