Program CSR Telkomsel dan Telkom Tak Sentuh Masyarakat?

Ketua LSM Gempur Papua  Panji A. Mangkunegoro bersama rekan-rekannya saat  audiensi dengan Telkom dan Telkomsel di Kantor Telkom Papua  di Base-G, Rabu (9/6) kemarin.(Priyadi/Cepos)

JAYAPURA– Program Corporate Social Responsibility (CSR)adalah sebuah tanggung jawab perusahan dalam memberikan kepedulian dan perhatian kepada masyarakat, lingkungan dimana perusahaan itu hadir dan mendapatkan profit atau keuntungan dalam menjalankan usahanya di daerah tersebut apakah swasta, maupun negeri milik pemerintah.

Ketua Lembaga Swadaya (LSM) Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara dan Swasta (Gempur) Provinsi Papua  Panji Agung Mangkunegoro, mengatakan, untuk perusahaan telekomunikasi khususnya Telkomsel dan Telkom yang berada di Papua  sejauh ini dalam menjalankan program CSR belum dilakukan secara maksimal dan menyentuh masyarakat, karena ditanya soal transparansi program CSR apa saja yang telah dilakukan tidak bisa dijelaskan secara detail khususnya untuk Telkomsel Papua .

“Saya lihat program CSR Telkomsel yang menyentuh di Papua  tidak terlihat sama sekali, karena perusahaan Telkomsel sudah tahu tidak ada saingannya di Papua , benefit yang diambil perusahaan juga luar biasa karena pelanggganya banyak hingga ke daerah pegunungan, tapi nyatanya ditanya soal transparansi program CSR apa yang sudah dilakukan untuk Papua , padahal ia provider satu-satunya bahkan tarifnya termahal setelah Kalimantan, jadi masyarakat Papua  jangan di mau dibodohi terlebih yang kerja di Telkomsel juga harus bisa menjelaskan hal ini,’’katanya saat melakukan audiens bersama jajaran Telkomsel dan Telkom  Papua  yang dihadiri GM Telkom Papua  Sugeng Widodo.

Agung mengakui, harusnya di masa pandemi seperti ini, semenjak dilakukan pembelajaran di rumah tidak tatap muka di sekolah, hal yang harus dilakukan Telkomsel adalah ikut peduli dengan memberikan bantuan kepada anak-anak yang orang tuanya tidak mampu membeli HP untuk belajar bagi anak-anaknya dan Telkomsel bisa membantu dalam program CSR membeli HP, sedangkan bagi mama-mama Papua  yang berjualan pinang di pasar tidak punya pulsa untuk nelepon diberikan pulsa gratis supaya bisa menghubungi keluarganya yang ada di pedalaman dan bantu UMKM serta program CSR lainnya. Tapi apa yang dilakukan hanya program-program nasional yang ditonjolkan dan promosi yang tidak berpengaruh di Papua  selalu di publikasi.

  Untuk itu, diharapkan nantinya dalam melakukan program CSR harus benar-benar tersentuh jangan asal saja karena jika Telkomsel melakukan pelayanan yang terbaik di Papua  tentunya feed backnya pasti ada, dan ambil pelajaran saja masyarakat kapan saja, dimana saja bisa marah contohnya kerusahaan di tahun 2019 di Kota Jayapura apakah Telkomsel tidak tahu ini tentu dari dampak ketidakpuasan pelayanan yang diberikan Telkomsel kepada masyarakat. Oleh sebab itu, jika sudah berbisnis di Papua  tetap perhatikan program CSR yang menyentuh dan benar-benar dirasakan masyarakat Papua . (dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *