Polres Upayakan Pasar Jibama Bisa Aktif Kembali

Polres akan mengupayakan aktifitas pasar Jibama kembali normal pasca penembankan. Tampak suasana Pasar Jibama yang sepi dari aktifitas jual beli masyarakat sesaat setelah penembakan pekan kemarin.(Denny/Cepos)

WAMENA-Polres Polres Jayawijaya masih melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dari korban penembakan yang dilakukan oknum anggota Kopasus di Pasar jibama, agar para pedagang di sana bisa secepatnya masuk dan berjualan di sana kembali seperti biasa. Hal ini dilakukan agar tidak ada dampak lain dari masalah itu berimbas kepada warga lain.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, SSos, MM mengaku pihaknya sudah berkoodinasi dengan pihak keluarga korban bahwa peristiwa tersebut telah ditangani oleh polisi militer. Oleh karena itu, ia imbau kepada masyarakat di sekitar itu untuk tidak terdampak dari peristiwa itu yang bisa berimbas kepada kekerasan seperti pengrusakan, atau penganiayaan kepada orang-orang yang tidak tahu menahu dengan kejadian itu.

   “Ini yang terus kita bangun dengan para pihak keluarga, kepala suku, hamba Tuhan di sekitar tempat itu agar situasi kondusif dan diharapkan satu dua hari pasar ini sudah bisa aktif kembali, karena pasar itu memberikan pusat ekonomi, bagi kehidupan masyarakat di sekitar itu. Jadi tetap harus hidup kembali.” ungkapnya, Rabu (9/6) kemarin.

   Ia menyatakan  saat ini kepolisian sedang bangun sinergitas dengan semua pihak, agar bisa kembali membenahi Pasar Jibama sebagai tempat perekonomian masyarakat.  “Kita terus melihat ke depan, tidak melihat ke belakang lagi. Artinya kita bicara tentang aturan, pasar itu adalah aset pemerintah daerah, jadi perlu penempatan satpol PP diback up oleh kepolisian yang ada di tempat itu untuk memberikan kenyamanan aktivitas perekonomian.” jelasnya.

   Ia menyatakan satu dua hari ini, aktivitas di Pasar Jibama sudah bisa jalan, setelah pihaknya  komunikasi dengan Pemda Jayawijaya. Sebab membawahi dinas terkait, artinya pasar itu harus dibuat suasana baru yang aman dan kondusif tanpa ada rasa trauma atau takut dalam melakukan aktifitas ekonomi,

   “Kita evaluasi sehingga semua enak, nyaman dulu  karena kita masih lakukan pengamanan ini hari ke empat pasca peristiwa itu,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *