Masyarakat Kampung Wambes Dapatkan Layanan Kesehatan Terpadu

Kegiatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Terpadu sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Keerom yang digelar sejumlah instansi terkait di Kampung Wambes Distrik Mannem Kabupaten Keerom, Selasa (8/6).(Marthen for Cepos)

KEEROM-Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, Pemkab Keerom dalam hal ini Dinas Kesehatan, BKKBN, Klinik Sta. Lusia Workwana, Perdhaki Dekenat Keerom memberikan pelayanan kesehatan terpadu di Kampung Bangkit di Wambes, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Selasa (8/6). Pelayanan kesehatan yang diberikan, diantaranya pemeriksaan dan pengobatan ibu hamil, balita, skrining penyakit kusta, TBC, malaria serta kegiatan vaksinasi Covid-19.

   “Kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat terpadu adalah bagian dari program 100 hari kinerja Bupati dan Wakil Bupati Keerom dan merupakan bagian dari program pencanangan Kampung Bangkit di Wambes sebagai kampung percontohan,”ungkap Kepala BKKBN Kabupaten Keerom  Herman Raya selaku koordinator kegiatan ini, dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (9/6).

   Sementara itu, Marthen Sege, Kepala Klinik Sta. Lusia Workwana mengungkapkan bahwa Kampung Wambes adalah salah satu dari 4 kampung Binaan Klinik Sta.Lusia. “Program Bupati Keerom yang menjadikan Kampung Bangkit di Wambes jadi kampung percontohan sangatlah membantu kami Klinik mewujudkan program pelayanan kesehatan masyarakat di kampung binaan tersebut.”ujarnya.

   Menurutnya, kegiatan pelayanan kesehatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat agar terhindar dari masalah kesehatan seperti ISPA, malaria dan bebas dari Covid.  Selain itu,  membangun keluarga dengan basis rohani yang kuat sehingga klinik senantiasa bersama Gereja Katolik Dekenat Keerom akan melaksanakan berbagai kegiatan demi terwujudnya visi dan misi klinik yaitu menjadikan klinik Sta Lusia Workwana sebagai  klinik yang berkualitas dan mandiri berfokus pada pelayanan kesehatan keluarga yang berbasis budaya lokal dan cinta kasih bagi sesama.

  “Kegiatan ini juga didukung oleh TNI baik Koramil dan Baminkes Satgas dalam bentuk pembagian makanan tambahan bagi Ibu Hamil, Balita dan pembagian peralatan sekolah serta dukungan tenaga kesehatan terlatih.”tambahnya.

   Pastor Dekenat Keerom Chrispinus Bidi, SVD berterima kasih kepada Bupati Keerom atas perhatian dan dukungannya buat masyarakat Keerom teristimewa di kampung Bangkit ini. “Pelayanan kesehatan masyarakat gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pemberantasan penyakit dan lebih daripada itu agar masyarakat Kampung Wambes sehat baik jasmani dan rohani.”ujarnya.

   Pihak gereja Katolik sangat mendukung kegiatan ini dengan melibatkan Klinik Santa Lusia Workwana dan SSR Perdhaki Dekenat Keerom. Kedua lembaga ini di bawah tanggung jawab Dekenat Keerom karena berdomisili di Keerom dan bagian integral dari pelayanan pastoral gereja Katolik Dekenat Keerom

  Plt Kepala Kampung Wambes Dionisius Yohanes Ngiso, S.STP menyampaikan bahwa masyarakat kampung sangat antusias untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dimana dihadiri  hampir 400 orang warga baik bayi, balita, ibu hamil dan lansia. “Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan lintas SKPD secara bersama sama bisa datang ke kampung Wambes untuk melaksanakan kegiatan kemasyarakatan sesuai programnya masing – masing,”harapnya.

  Kepala SSR Perdhaki Keerom Yonas Kosmas menilai kegiatan pelayanan kepada masyarakat ini sejalan dengan program SSR keerom, yaitu Pemberantasan Malaria. Karena itu, SSR terlibat aktif mendukung peningkatan upaya kesehatan masyarakat di  Keerom khususnya, di Kampung Bangkit Wambes. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin SSR ke sejumlah kampung binaan SSR. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *