Pemilik Satwa Dilindungi yang Raib Diperiksa

Reserse Kriminal Polres Merauke saat memasang police line pada akuarium yang berisi ikan Arwana yang ikut dijual oleh usaha Krapyak,  ketika Reskrim mendatangi tempat tersebut, Senin  (7/6) sore. (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Penyidik Reserse Kriminal Polres Merauke masih terus melakukan pemeriksaan terhadap AK, pemilik 8  satwa yang dilindungi dan ia pelihara, namun hilang setelah di-police line oleh  penyidik di tempat usahanya Krapyak, Spadem, Kelurahan Muli Merauke.

  “Yang bersangkutan masih  dalam pemeriksaan,” kata Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP Agus F. Pombos, SIK, ditemui di Mapolres Merauke,  Selasa (8/6).

  Sementara  untuk ratusan pot anggrek yang disita dan diangkut dari tempat usaha tersebut  pada Senin (7/6) sore, menurut Kasat Reskrim, bahwa anggrek-anggrek tersebut dititip  di KSDA Wilayah I Merauke. Termasuk 4 ekor  ikan arwana yang disita dari tempat usaha tersebut.

  “Info bahwa mereka (pemilik,red) punya izin. Tapi harus tunjukan kalau memang mereka punya izin mendatangkan tumbuhan tersebut,” jelasnya. Namun lanjut Kasat Reskrim bahwa dari KSDA Wilayah I  Merauke  akan memberikan pembinaan terkait dengan penyitaan ratusan pot anggrek tersebut.  Sekadar diketahui, pada Kamis (3/6) lalu, Satuan Reserse Kriminal Polres Merauke melakukan police line terhadap 8 ekor satwa  yang dipelihara  di tempat usaha tersebut.

   Satwa-satwa  tersebut dimasukan dalam kategori appendiks I,  yakni dilindungi negara karena hampir punah. Ke delapan satwa  tersebut yakni 1 ekor burung Cenderawasih, 2 ekor elang dada putih, 1 ekor  Kakak Tua Raja, 2 ekor  Kakak Tua Jambul Kuning, 1 ekor Nuri Hijau dan 1 ekor drangkol.  Namun saat dari pihak kepolisian  melakukan pengecekan ke TKP,  ternyata seluruh Satwa yang di-police line tersebut hilang.

  Bahkan ada police line yang dipasang  polisi sudah dirusak. Di tengah-tengah pengecekan  itu,  penyidik menemukan ratusan pot bunga  anggrek dari luar  Papua juga ada di tempat usaha tersebut. Saat itu penyidik meminta surat izin terhadap anggrek-anggrek tersebut, namun pengelolanya belum  bisa menunjukkan sehingga  Kasat Reskrim Agus Pombos langsung memerintahkan anggotanya untuk menyita anggrek dan 4 ekor  ikan arwana  yang ada di TKP tersebut. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *