Pedagang Pasar Jibama Enggan Berjualan di Los

Mama-mama pedagang sayur mayur dari Pasar Jibama yang belum mau untuk masuk dan berjualan di dalam los pasar. Mereka memilih berjualan di emperan ruko yang ada di Pike karena masih takut dengan insiden penembakan yang terjadi pada 4 Juni lalu.(Denny/ Cepos)

WAMENA-Empat hari pasca insiden penembakan yang terjadi di Pasar Jibama Wamena,   mama -mama pedagang sayur mayur dan beberapa komoditi pertanian dan peternakan belum masuk untuk berjualan di los pasar tersebut. Mereka lebih memilih untuk berjualan di pinggiran ruko yang ada di Pike, sehingga Disnakerindag saat ini masih berusaha membangun koordinasi agar pedagang bisa kembali ke dalam pasar.

  Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Jayawijaya Dr. Lukas Kosay mengaku pihaknya belum bisa menormalkan situasi Pasar Jibama. Sebab, belum ada pertemuan antara pihak kepolisian dengan instansi terkait, usai dilakukan pertemuan itu hasilnya seperti apa baru bisa dinormalkan kembali.

  “Saat ini saya belum bisa berkomentar banyak, karena belum ada keputusan yang menyatakan pedagang harus masuk ke Pasar Jibama kembali,”ungkapnya Selasa (8/6) kemarin.

  Untuk jumlah pedagang yang ada di Pasar Jibama, kata Lukas Kosay, itu ada 600 lebih yang aktif. Karena itu,  pihaknya akan berupaya agar secepatnya pedagang yang masih di luar pasar itu bisa kembali ke dalam Los pasar Jibama. Jangan sampai waktunya terlalu lama, sehingga menjadi sulit lagi untuk memindahkan pedagang.

  “Kita berupaya secepatnya agar pedagang ini bisa masuk kembali mengisi los pasar di sana, jangan sampai terlalu lama hingga menjadi kesulitan bagi kami,”katanya.

  Ia menilai tugas pengamanan di Pasar Jibama seharusnya dilakukan oleh Satpol PP yang di-back up Kepolisian. Sebab, tidak terlalu urgen dan rawan untuk menempatkan anggota pasukan khusus di sana. Seharusnya itu pengamanan dilakukan anggota organik yang ada disini, bukan dari penugasan atau personel pasukan khusus apapun, tidak perlu.

  “Mungkin anggota  non organik ini ditempatkan disana sehingga mereka disana muncul, tetapi penugasan yang sebenarnya adalah Satpol PP Pemda Jayawijaya dan Polres Jayawijaya itu sesuai dengan undang -undang dan perda yang ada,”jelasnya.

  Menurutnya bukan kewenangan dari pasukan non organik untuk melakukan pengamanan di Pasar Jibama, kalau pedagang yang meminta untuk melakukan pengamanan dari pasukan non organik ini sudah salah lagi. Kalau pedagang minta dan anggota non organik langsung mengambil tindakan ini sudah di luar jalur kewenangan.

  “Kan ada pimpinannya yang melakukan koordinasi, tidak boleh langsung mengambil tindakan sendiri sehingga semua tetap dalam jalur prosedur yang dilakukan atau telah ditetapkan pemerintah dalam peraturan daerah,”jelasnya.

  Secara terpisah Kasatpol PP Nixon Wetipo mengakui jika pihaknya  sebenarnya siap untuk menempatkan anggota satpol PP Pemda Jayawijaya di sana. Namun, pihaknya harus membangun koordinasi dengan kepolisian agar bisa memberikan back up  pengamanan disana.

  “Kami baru rapatkan bersama dengan Polres Jayawijaya kemarin, sehingga setelah hasil rapat itu kami harus melakukan evaluasi kembali dengan teman -teman bidang bagaimana bisa menempatkan anggota di Pasar Jibama,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *