Masih Banyak Indikator Program Tak Tercapai

Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) dalam rangka  penyusunan rencana kerja pemerintah pemerintah daerah (RKPD) tahun 2022  di gedung Ukumiarek Asso Wamena, Selasa (8/6).(Denny/Cepos)

WAMENA-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda ) Kabupaten Jayawijaya Petrus Mahuze mengungkapkan bahwa masih banyak indicator program yagn belum tercapai. Dimana pada tahun 2019 ada 24 indikator sasaran atau yang tidak tercapai. Begitu juga tahun 2020 juga ada 25 indikator sasaran yang tidak tercapai  sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.

   Menurutnya, hal ini dikarenakan program yang mendukung pencapaian itu ada. Hanya saja pembelanjaannya dari OPD tidak merinci untuk pencapaian itu, tetapi belanja yang tidak seharusnya dilakukan.

  Sementara untuk penyusunan rencana kerja di tahun 2022, lanjut Petrus,  tentunya tidak terlepas dari evaluasi pencapaian hasil yang sudah dilakukan. Dimana Bappeda sedang melakukan evaluasi untuk tahun 2019 dan 2020, pihaknya melihat ada beberapa pencapaian sasaran yang tidak tercapai sesuai visi dan misi pemerintah.

  “Contoh di tahun 2019 itu dari 35 sasaran kita hanya tercapai 11 dan masih ada 24 sasaran yang belum tercapai,  sedangkan di tahun 2020 dari 35 sasaran yang tercapai hanya 10, sehingga masih ada 25 yang tak tercapai. Hal ini karena program untuk pencapaian sasaran itu ada, tetapi rincian belanjanya OPD tidak mendukung untuk pencapaian itu, tetapi banyak belanja yang tidak seharusnya dilakukan,” ungkap Petrus Mahuze usai pembukaan Musrenbanda dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah pemerintah daerah (RKPD) tahun 2022, Selasa (8/6)

  Belanja yang tidak seharusnya dilakukan seperti, belanja barang dan jasa, perjalanan dinas. Honor-honor itu sebenarnya tidak perlu, karena akibatnya anggaran yang bisa digunakan dalam program untuk mencapai sasaran itu alokasinya menjadi kecil. Itu yang diharapkan pada tahun 2022 ada evaluasi sendiri dari OPD, sehingga pada saat menyusun Program Kegiatan itu hilangkan kegiatan yang sifatnya rutinitas.

  “Mungkin perjalanan dinas jangan terlalu banyak, tetapi dana itu mungkin terfokus mendukung pencapaian Program dan sasaran itu, ada juga program kerja yang tidak sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,”jelasnya.

  Ia menyatakan untuk masalah ini pihaknya sejak awal telah menekankan kepada OPD, fokusnya itu mulai dari prioritas sehingga ada fokus di bidang pembangunan manusia, ekonomi, infrastruktur dan reformasi birokrasi. Artinya ini bersinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, sehingga OPD dalam menyusun program harus fokus.

  “Tidak usah banyak –banyak, mungkin satu dua saja untuk mendukung pencapaian sasaran dalam tingkatan nasional, provinsi maupun daerah.”tegas Petrus.

  Secara terpisah Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono menyatakan Musrembang RKPD ini merupakan bagian dari penajaman dari usulan program yang diusulkan dari pemerintahan kampung, kelurahan dan distrik maupun yang telah direncanakan oleh masing -masing OPD.

  “Dengan adanya penajaman maka nanti Program kegiatan yang dilakukan tahun anggaran 2022 itu lebih fokus  sehingga mencapai arah kebijakan dan visi -misi RPJMD yang telah ditetapkan,”katanya

  Pihaknya berharap di tahun depan itu pandemi Covid -19 sudah semakin berkurang  sehingga perekonomian juga sudah mulai berjalan  sehingga dari masing -masing OPD akan menajamkan sesuai dengan program prioritasnya apa yang menjadi visi dan misi dalam RPJMD Pemkab Jayawijaya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *