Dipastikan Tidak Ada Penambahan Kuota Bintara Noken

Ratusan Casis Bintara Noken saat menggelar aksi demo di halaman kantor Gubernur Papua, Selasa (8/6) pagi. (Yohana/Cepos)

*Ratusan Casis Bintara Noken Kembali Datangi Kantor Gubernur

JAYAPURA-Ratusan calon siswa (Casis) Bintara Noken yang dinyatakan tidak lolos untuk melanjutkan seleksi penerimaan calon Bintara Noken, kembali mendatangi kantor Gubernur Papua, Selasa (8/6) pagi kemarin.

Aksi demo yang dilakukan ratusan Casis Bintara Noken ini awalnya berjalan aman dan damai. Namun aksi demo sempat terjadi keributan lantaran adanya salah satu orang tua Casis melakukan provokasi lantaran anaknya tidak lulus seleksi Bintara Noken.

Luapan emosi dan kekesalan dari para Casis sempat diredam ketika Sekda Provinsi Papua, Dance Yulian Flassi dan Irwasda Polda Papua, Kombes Pol Alfred Papare memberi keterangan.

Sekda Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy menjelaskan bahwa perjuangan formasi bintara noken tidak mudah. Hal ini sesuai dengan kesepakatan Gubernur Papua bersama Kapolda Polda Papua, dimana kuota formasi Bintara Noken untuk Provinsi Papua diberikan 2.000 orang dan Papua Barat 1.500 orang.

“Untuk 2.000 formasi ini merupakan kesepakatan dan sudah ditandatangi MoU-nya, sehingga pemerintah daerah siap membiayai formasi tersebut lewat dana otonomi khusus,” jelasnya di hadapan ratusan Casis Bintara Noken di halaman kantor Gubernur Papua.

Lanjutnya, proses perekrutan Bintara Noken ini dilakukan oleh Polda Papua, sementara Pemerintah Provinsi Papua mendukung dalam hal pembiayaan formasi tersebut. Pemerintah menurut Sekda Dance Flassy hanya mendukung terkait anggaran sementara keputusan merupakan ranah Polda Papua.

“Pemerintah Papua hanya bertanggung jawab terkait pembiayaan bukan soal menyediakan kuota atau sebagainya. Dari pembicaraan dan kesepakatan Gubernur Papua dan Kapolda Papua, telah disepakati kuota Bintara Noken sebanyak 2.000, yang akan dibiayai oleh dana Otsus Papua,” terangnya.

Di tempat yang sama Irwasda Polda Papua, Kombes Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa terkait dengan kuota Bintara Noken sendiri sudah diputuskan tidak ada penambahan di tahun ini yakni hanya 2.000 personel.

“Sementara dalam seleksi Bintara Noken ini, Kapolda Papua juga telah memberi kebijakan dengan memberikan kemudahan-kemudahan bagi Casis. Kemudahan ini bahkan di luar dari kebijakan pusat,” tegasnya.

Mantan Kapolres Jayapura Kota ini menambahkan, animo pendaftaran khusus untuk Bintara Noken ini sangat tinggi. Dari 2.000 kuota yang disiapkan, menurut Alfred Papare, peserta yang mendaftar untuk mengikutin seleksi sebanyak 7.000 orang.

“Jadi 2.000 orang ini tidak ada penambahan, keputusan seleksi sudah ditetapkan. Sementara yang masih lanjut akan tetap mengikuti seleksi. Dari 7.000 lebih pendaftar terbagi anak-anak Papua sebanyak 5.000 lebih dan saat ini sisa 3.000 lebih yang masih mengikuti seleksi,” terangnya.

“Sementara untuk non Papua yang lahir besar di Papua, masih tersisa 1.000 lebih yang mengikuti seleksi selanjutnya. Tidak ada keputusan untuk penambahan dan sebagainya. Jadi yang gugur saat ini masih diberi kesempatan untuk mendaftar tahun depan, jika masih berminat,” tambahnya.

Sementara itu Kapolda Papua Irjen  Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan, untuk kuota tahun ini hanya sebanyak 2000 orang sebagaimana yang diberikan dari Mabes Polri kepada Polda Papua.

“Tidak mungkin lagi Polda menambah untuk sekolah tahun ini, karena kuota yang diberikan dari Mabes Polri itu tahun 2021 sebanyak 2000 orang,” kata Kapolda saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya.

Dijelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Sekda. Direncanakan tahun depan kuota untuk Polda Papua dinaikan menjadi 2500 orang. “Kita akan membuat telaahaannya dan kita ajukan kepada Pemda,” ucap Kapolda.

Terkait dengan ribuan Calon Siswa (Casis) Bintara Noken Polri yang tidak lulus dalam tahapan seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2021, Kapolda meminta agar bisa mempersiapkan diri untuk penerimaan tahun berikutnya.

Sebelumnya Kapolda menyampaikan, penerimaan Bintara Noken bagian dari seleksi Bintara Polri yang diberikan Mabes Polri kepada Polda Papua dengan kuota sebanyak 2000 orang. Sementara yang mendaftar di Polda Papua mencapai 7000 orang.

“Dari kuota yang diberikan, kita perlu mencari anak-anak Papua yang menpunyai kapasitas, kualitas dan manusianya harus baik bukan hanya kuantitas. Sehingga seleksi yang kita lakukan  bertahap. Nantinya mereka yang lulus akan dikembalikan ke daerah asal mereka untuk mengabdi,” pungkasnya. (ana/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *