Akui Temukan Formula Baru

Pemain belakang Persipura, Israel Wamiau saat berduel dengan pemain Persik Kediri dalam laga uji coba di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (5/6) silam.(Bagas Jawa Pos)

*Jacksen F. Tiago

JAYAPURA – Juru taktik Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago, mengaku menemukan pelajaran berarti saat melakoni ujicoba dengan Persik Kediri pada 5 Juni lalu. Meski sukses meraih kemenangan 2-1, Jacksen menyebutkan Persik Kediri sudah memberikan mereka ujian yang sesungguhnya.

Menurut Jacksen, Persik Kediri sukses menyulitkan timnya setelah menerapkan formasi 3-5-2. Kata Jacksen, dengan formasi tersebut, pemainnya sangat sulit menembus pertahan dari Persik yang menumpuk pemain di lini tengah.

“Kita menemukan sebuah lawan yang bermain dengan sebuah formasi yang berbeda dengan apa yang kita lakukan selama ini. Mereka menggunakan tiga pemain belakang. Sehingga anak-anak di awalnya sempat mengalami kesulitan untuk bisa menembus pertahanan lawan. Setelah kita punya water break, kita sedikit ada peningkatan. Saya rasa itu adalah sesuatu yang wajar, ya, karena setiap pertandingan akan punya cerita yang berbeda,” ungkap Jacksen via telepon selulernya, Senin (7/6).

“Yang jelas kali ini kita bisa banyak berterimakasih kepada Persik Kediri karena mereka bisa memberikan sebuah perlawanan yang baik sekali, gamenya sangat sengit sekali. Mereka berjuang dari awal sampai akhir. Paling penting dari aspek taktikal, ya, mereka memberi sebuah formasi yang sekarang ini menjadi trend yang selama beberapa kali uji coba kita tidak menemukan lawan dengan komposisi seperti Persik Kediri,” sambung Jacksen.

Jacksen menuturkan, bahwa formasi 3-5-2 memang menjadi gaya baru sepakbola modern. Bahkan, Jacksen mengatakan bahwa formasi tersebut akan mereka temui saat melakoni Piala AFC nantinya.

“Ujicoba itu sangat bermanfaat untuk kita punya catatan AFC Cup, karena tidak menutup kemungkinan lawan-lawan yang kita menghadapi nanti punya formasi yang sama. Sehingga nanti informasi yang kita berikan ke pemain tidak akan asing lagi karena dalam uji coba kita bisa menemukan situasi yang sama,” ujar Jacksen.

Selain itu, Jacksen juga dengan gamblang menjelaskan jika lini belakang timnya saat ini belum begitu solid. Khususnya pada sektor wing back kanan dan kiri. Menurut Jacksen, posisi tersebut masih butuh perhatian serius.

“Saya rasa itu menjadi catatan paling besar. Terus bagaimana cara kita menghadapi lawan yang andalkan long-ball ke sektor pertahanan kita, bagaimana back-four kita bisa lebih kompak. Terlihat tim lawan sering nembus di wing-back kiri atau kanan karena long-ball mereka, wing-back kita selalu keluar dari posisinya,” kata Jacksen.

“Miskomunikasi antara pemain belakang sering terjadi, makanya PR saya besar. Saya tidak melihat kita menang, kita bahagia atau apa. Saya tidak menutup mata kepada kekurangan yang masih ada di tim kita,” pungkas Jacksen. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *