Sebagai Momentum Peningkatan Kualitas Hidup Generasi Qurani

Sekda Papua Dance Yulian Flassy, SE., M.Si, didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei, SE., M.Pd.K.,  Ketua LPTQ Provinsi Papua Dr. H. Muhammad Musa’ad, M.Si., perwakilan Forkopimda Papua, membuka Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXVI Provinsi Papua di Aula LPTQ Kotaraja, Sabtu (5/6) lalu. (PUBLIKASI STQ FOR CEPOS)

*Sekda Papua Buka Seleksi Tilawatil Quran Provinsi Papua

JAYAPURA– Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXVI Tingkat Provinsi Papua dibuka oleh Sekda Papua Dance Yulian Flassy, SE., M.Si., di Aula LPTQ Kotaraja, Sabtu (5/6) lalu.

Dalam sambutannya, Sekda yang mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan bahwa peningkatan kualitas kehidupan beragama di Tanah Papua sangat penting.

“Dengan kualitas kehidupan beragama yang baik, kita dapat mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab. Kita juga dapat memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Papua melalui nilai-nilai keagamaan, mematuhi aturan hukum, memelihara kerukunan antarumat beragama, serta menerapkan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan nilai-nilai universal ajaran agama,” kata Sekda.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei, SE., M.Pd.K., menyampaikan bahwa nilai-nilai kedamaian yang terkandung dalam Alquran menjadikan spirit untuk senantiasa hidup rukun dan damai dalam menyelesaikan persoalan yang ada. Semua agama, mengajarkan untuk saling mengasihi dan menghormati sesama umat manusia.

Ketua LPTQ Provinsi Papua Dr. H. Muhammad Musa’ad, M.Si., menjelaskan bahwa tema STQ kali ini adalah “STQ XXVI Tingkat Provinsi Papua Tahun 1442 H/2021 M, momentum peningkatan kualitas hidup generasi qurani, wujudkan moderasi islam di Tanah Papua. ”Kualitas hidup generasi qurani, ditentukan oleh empat kualitas, yakni kualitas iman dan takwa, kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi, kualitas kerja, dan kualitas karya atau hasil kerja.

Adapun moderasi Islam, terang Musaad, merupakan konsep lama wasathah, artinya berada di tengah-tengah, tidak ekstrim kiri atau kanan. Ia menegaskan umat muslim harus menjadi rahmatan lil ‘alamin sebagaimana misi yang diemban Rasulullah Muhammad SAW, dan tidak bersikap sektarian.

Ia juga mengatakan bahwa STQ dan MTQ senantiasa menampilkan pluralisme dan ikatan kekeluargaan dan kebersamaan. Tim paduan suara dicontohkannya berasal dari unsur muslim dan non muslim.

Ketua Panitia Dr. Karsudi, S.P., M.Si., menyampaikan dalam laporannya, bahwa jumlah orang yang hadir pada acara Pembukaan dan Penutupan dibatasi sesuai arahan Satgas Covid-19 Kota Jayapura dan Polresta Jayapura. Saat perlombaan hanya diikuti oleh peserta sesuai jadwal tampil dan didampingi oleh pelatih dan official, sementara peserta yang lainnya tetap tinggal di penginapan. Mengantongi ijin Satgas COVID-19, seluruh panitia dan peserta juga wajib swab antigen dengan hasil negatif.

Pembukaan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, unsur Forkopimda Provinsi Papua, tokoh agama dan pimpinan perguruan tinggi keagamaan, perwakilan dari 19 kafilah, termasuk kepala daerah atau yang mewakili, Kepala Kantor Kementerian Agama dan pejabat Pengawas terkait. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *