Rehabilitasi Terumbu Karang Butuh Kerja Sama Semua Pihak

Sejumlah masyarakat di Kampung Tablasupa saat membantu menyiapkan peralatan untuk proses rehabilitasi Terumbu Karang di Pantai Harlen Tablasupa Depapre, Sabtu (5/6). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Tim Pusat Studi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PS2KP) Universitas Cenderawasih melaksanakan program transplantasi Terumbu Karang di Kampung Tablasupa, Sabtu (5/6).

Kepala PS2KP Universitas Cenderawasih, Dr. Yunus P. Paulangan, S.Kel, M.Si mengatakan, program transplantasi Terumbu Karang yang dilakukan pihaknya itu sangat penting dilakukan, khususnya bagi sektor perikanan dan pariwisata. Karena sesungguhnya ikan itu hidup sangat membutuhkan Terumbu Karang sebagai habitatnya.

“Oleh karena itu, habitat itu harus bagus. Di Harlen Tablasupa ini banyak Terumbu Karang yang sudah mulai rusak akibat pengeboman ikan. Sehingga ini menjadi kepedualian kami untuk melestarikan sumber daya karang ini,”kata Dr. Yunus P. Paulangan kepada wartawan di Tablasupa Depapre, Sabtu (5/6).

Lanjut dia, program rehabilitasi ekosistem Terumbu Karang ini, melibatkan sejumlah mitra. Salah satunya adalah PT. PLN Persero unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat.

Dia berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan ke depannya, terutama untuk rehabilitsai sistem Terumbu Karang ini lebih baik lagi. Begitu juga peran dari mitra ini sangat dibutuhkan, karena memperbaiki sistem Terumbu Karang itu bukan sebuah pekerjaan yang gampang, tapi pekerjaan yang berat dan itu juga tidak bisa dilakukan pihaknya sendiri, diharapkan keterlibatan semua elemen masyarakat.

Sementara itu, General Manager PT. PLN Persero unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Abdul Farid  mengatakan, pihaknya selalu terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan melalui suport dana. Kebetulan di PLN itu ada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kita ingin ikut dan punya andil dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tidak sampai di situ, efek multyplayernya adalah membuka lebih luas lagi potensi wisata. Kalau potensi wisata terbuka, pasti ekonomi masyarakat sekitar bisa terdongkrak,”ujarnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *