Dari 12 Helm Bekas Hingga Sepatu Nike Air Jordan

12 Pemuda dari berbagai komponen berdiri memegang helm bekas yang ditemukan di muara Kali Kampwolker Waena dalam kegiatan grebek sampah memperingati hari lingkungan hidup sedunia pada Sabtu (5/6) lalu.(Gamel Cepos)

JAYAPURA – Hasil grebek sampah yang dilakukan gerakan Earth Hour Jayapura bersama mahasiswa dan remaja masjid di Muara Kali Kampwolker Waena mendapati total sampah sebanyak 703 Kg. Dan lagi – lagi, sampah botol plastic masih mendominasi ditambah barang pecah belah rumah tangga. Hanya saja meski jauh dari jalan raya ternyata di lokasi ini ditemukan 12 helm bekas berbagai merk. “Agak aneh juga karena kok banyak helm – helm bekas disini. Padahal masih cukup jauh dari jalan raya. Atau bisa jadi sengaja dibuang dari bengkel – bengkel yang ada disekitar kali,” kata Nixon Dasem, koordinator grebek sampah di Waena, Sabtu (6/5).
Lokasi muara Kampwolker ini dipilih karena menjadi pusat menumpuknya sampah yang terbuang dari arah Perumnas 1,2 dan 3. Sampah-sampah tersebut terbuang ke kali dan terbawa hingga ke Danau Sentani. Alumni FMIPA Uncen ini menyampaikan bahwa dari apa yang dilakukan warga di hulu diyakini dampak rusaknya akan sampai ke hilir. Ini terbukti dengan banyaknya sampah yang masuk ke Danau Sentani dan akhirnya mencemari air kemudian menciptakan kandungan mikro plastic dalam tubuh ikan dan membahayakan manusia bila terkonsumsi.
“Ini tanpa sadar kita sebagai pelakunya dan dampaknya kembali ke manusia sendiri,” sambung Nixon. Kegiatan ini sendiri diinisiasi oleh FMIPA Uncen untuk merespon hari lingkungan hidup yang diperingati serentak setiap 5 Juni. “Ada banyak sekali sampah yang terbuang disini termasuk kemasan teh pucuk yang cukup mendominasi. Ada juga sepatu nike air Jordan yang biasa hanya dimiliki orang berduit. Tapi kami senang karena yang terlibat semuanya anak – anak muda dan hingga kini pihak Bank Sampah Jayapura juga terus mendampingi,” bebernya. Hanya saja yang membuat kesal adalah ketika seluruh sampah sudah dikumpulkan dan saat akan mengakhiri kegiatan ternyata ada sampah yang diikat di dalam karung berukuran besar yang kembali melintas di kali.
Ini membuat sebagian peserta grebek sampah terdiam dan nampak kecewa karena seharusnya dengan posisi sampah sudah dikarung dan diikat seharusnya tinggal dibuang di bak sampah, bukan dijatuhkan lagi ke kali. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *