Beradu Sesama Anak Papua, Banyak yang Gugur di Tahap Psikotes

Irjen Pol Mathius D Fakhiri.(Elfira/Cepos)

Penerimaan Bintara Noken Polri

JAYAPURA – Polda Papua berikan penjelasannya terkait dua ribuan Calon Siswa (Casis) Bintara Noken Polri yang tidak lulus dalam tahapan seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2021.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan, penerimaan Bintara Noken bagian dari seleksi Bintara Polri yang diberikan Mabes Polri kepada Polda Papua dengan kuota sebanyak 2000 orang. Sementara yang mendaftar di Polda Papua mencapai 7000 orang.

“Dari kuota yang diberikan, kita perlu mencari anak anak Papua yang menpunyai kapasitas kualitas manusianya harus baik bukan hanya kuantitas. Sehingga seleksi yang kita lakukan  bertahap,” ucap Kapolda.

Adapun seleksi yang dilakukan Polda Papua yakni seleksi dilakukan di tingkat Polres yang merupakan Suppanda, di tingkat Polres ini anggota menggali semua kemampuan anak anak papua dan berkoordinasi dengan bupati setempat untuk bisa mendapat generasi muda anak anak Papua yang lahir dari kampung.

Dijelaskan Kapolda, dalam tahapan seleksi Psikotes terdapat sebanyak 2000 perserta yang  jatuh. dari 2000 orang ini, masih ada 4000 sekian nanti diseleksi ke akademi.

“Seleksi tahap berikutnya nanti banyak lagi yang jatuh, sehingga kita akan mendapat sebanyak 2000 orang yang betul  betul mempunyai kualitas yang baik yang nantinya mereka akan kembali ke masing masing kabupaten asal mereka dikirim untuk bisa melaksanakan tugas Bhabinkamtibmas di kabupatennya,” terang Kapolda.

Dikatakan, dari 2000 peserta tersebut merupakan perwakilan dari setiap 29 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Papua. Kepada mereka yang tidak lulus, Kapolda berharap para orang tua mempersiapkan anaknya untuk mengikuti tes berikutnya.

Kapolda menjelaskan, dari pihak polda akan memgevaluasi bagaimana pola penerimaan yang mungkin baru pertama dilakukan di Polda Papua dimana Kapolda Papua menyuruh semua Polres menjadi Sub Panda. Kita akan melakukan pelatihan pelatihan di masing masing Polres, sehingga pada saat seleksi Psikotes di Polda Papua paling tidak  bisa memberikan nilai yang baik.

“Saya punya anak anak Papua ini beradu sesama anak Papua bukan dengan pendatang, kalau  mau jujur nilai psikotes mereka sangat jelek. Sehingga dengan seleksi yang dilakukan kita bisa  dapat yang terbaik,” ungkap Kapolda.

Kapolda meminta orang tua untuk memaklumi itu, sebab Polda Papua hanya  menerima sebanyak 2000 sedangkan yang mendaftar sebanyak 7000 orang. Sehingga itu, mereka yang tidak lulus bisa mempersiapkan diri tahun depan.

Terkait dengan ketidaklulusan ini, Kapolda menyampaikan tidak ada kaitannya dengan Pemda. Sebab Polda Papua dengan Pemda bernegosiasi untuk membantu dukungan anggaran, ini akan menjadi bahan evaluasi. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *