Satu Warga Sipil Tewas Tertembak di Pasar Jibama

Aparat Kepolisian dari Polres Jayawijaya dan Brimob saat melakukan pengamanan di Pasar Jibama, Wamena, Kabupaten Jayawijaya pasca penembakan terhadap seorang warga, Jumat (4/6) kemarin. ( FOTO: Denny/ Cepos )

Polisi Temukan 3 Selongsong Peluru

WAMENA-Seorang warga dilaporkan tewas di Pasar Jibama, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (4/6) kemarin. Korban diketahui berbnama Deny Tabuni (29) warga Kampung Hetupa, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya.

Korban ditemukan tewas di lokasi kejadian yaitu di Pasar Jibama dengan luka tembak dada kiri tembus dada kanan bawah.

Polres Jayawijaya hingga berita ini diturunkan masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif penembakan tersebut. Dari hasil olah TKP yang dilakukan, polisi menemukan tiga selongsong peluru di TKP.

Kapolres Jayawijaya yang dikonfirmasi melalui Wakapolres Jayawijaya, Kompol Muhamad Ridwan, SH., MH., membenarkan adanya kasus penembakan di Pasar Jibama.

Ridwan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku penembakan yang menyebabkan tewasnya seorang warga.

“Benar ada penembakan yang terjadi mengakibatkan satu warga sipil meninggal dunia di tempat. Saat kami masih melakukan olah TKP di sana. Kita temukan 3 selongsong peluru yang ditinggalkan dan masih terus didalami,” ungkapnya, Jumat (4/6).

Pasca kasus penembakan ini, Polres Jayawijaya menurun Ridwan menurunkan seluruh kekuatannya untuk mengendalikan situasi di Pasar Jibama. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pasalnya, hingga kemarin belum diketahui secara pasti pelaku penembakan tersebut. “Sekarang anggota yang lepas piket dan berada di rumah, kita kumpulkan di Mako Polres Jayawijaya untuk disiagakan sementara waktu. Kami tetap melakukan patroli seperti biasa namun volumenya kita naikkan,” ujarnya.

Ridwan mengakui sebelumnya sempat terjadi keributan di Pasar Jibama yang melibatkan oknum warga yang diduga dipengaruhi minuman keras. Oknum warga yang dalam keadaan mabuk ini sempat berkelahi namun sudah diselesaikan. “”Namun untuk kejadian ini, kami belum tahu motif kejadiannya seperti apa hingga salah seorang warga tertembak,” tandasnya.

Di Pasar Jibama menurut Ridwan sebelumnya sempat ada Pos Polisi (Pospol). Namun saat ini Pospol tersebut dalam keadaan kosong. Pasalnya Polres Jayawijaya mengintensifkan kegiatan patroli sehingga personel yang ditempatkan di Pospol Pasar Jibama sudah ditarik.

“Memang dulu ada Pospol di sana, tetapi sekarang sudah ditarik karena kita intensifkan patroli. Karena jarak Pasar Jibama juga tidak jauh dengan Polsek Wamena Kota dan Polres Jayawijaya  sehingga Pospol di sana dalam keadaan kosong dan tak ada anggota,” jelasnya.

Hingga kemarin, Ridwan mengaku belum bisa menyimpulkan apapun. Sebab pemeriksaan saksi-saksi masih dilakukan penyidik dari  Satuan Reskrim. Hasil pemeriksaan ini nantinya akan dikembangkan guna mengungkap pelaku penembakan.

“Kita harapkan bisa mendapatkan proyektil yang ada dalam tubuh korban agar bisa memperkuat barang bukti yang kami temukan dilapangan usai melakukan olah TKP Tadi,” tambahnya.

Sementara itu dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, hingga Jumat (4/6) malam kemarin personel Polres Jayawijaya dan Brimob masih melakukan pengamanan di Pasar Jibama yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP. Tamailla.

Di lokasi penembakan juga sudah dipasang garis polisi sehingga warga dilarang melintas di sana hingga malam hari.

Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar Pasar Jibama juga mengungsi sementara waktu ke wilayah kota Wamena. Warga mengaku takut dan trauma dengan insiden kerusuhan 19 September 2019 lalu, sehingga memilih mengungsi sementara waktu. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *