Bulan Depan, Kegiatan Belajar di Sekolah Kembali Normal

Anak-anak yang baru masuk  di  SMP Negeri Satu Wamena. Mulai tahun ajaran baru ini, sekolah akan mulai memberlakukan belajar tatap muka di sekolah. ( FOTO:  Dok/Cepos)

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya merencanakan melangsungkan proses belajar mengajar dengan cara tatap muka secara normal kembali di setiap sekolah yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Hal ini dilakukan sesuai dengan instruksi dari Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi, namun meskipun sekolah dibuka kembali, namun pola pembelajaran masih terbatas serta menerapkan protokol kesehatan.

   Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kabupaten Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono MAP, menyebutkan, pembelajaran tatap muka secara nasional akan dimulai serentak pada bulan Juli mendatang sesuai dengan edaran Mendikbud.

  “Untuk hal itu, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sedang mempersiapkan semuanya, terutama di tengah merebaknya virus Covid-19 di seluruh Indonesia dan juga Kabupaten Jayawijaya, artinya dalam pembukaan sekolah nanti protokol kesehatan diutamakan,” ungkapnya, Jumat (4/6) kemarin.

   Untuk itu, Pemda bersama dinas terkait  akan memanggil seluruh sekolah untuk melakukan sosialisasi pendahuluan sebelum diberlakukan kebijakan pembelajaran tatap muka. Namun sebelumnya harus melihat kesiapan sekolah dalam mempersiapkan semua perlengkapan yang masuk dalam protokol kesehatan.

  “Persiapan dan langkah-langkah apa saja yang nantinya akan dilakukan harus disosialisasikan terlebih dahulu, dengan harapan semua berjalan sesuai dengan edaran Menteri, semua dapat tertata sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.” jelasnya.

  Meski akan dimulai awal tahun ajaran baru  ini, namun menurut Tinggal Wusono, belum dirumuskan jenjang apa saja yang akan melakukan tatap muka. Karena itu, nantinya akan dirapatkan bersama dinas terkait dan sekolah seperti apa pembelajaran tatap muka dilakukan di Jayawijaya.

   Tinggal Wusono mengaku sekalipun pemda tidak mengizinkan pembelajaran tatap muka pada sekolah yang berada di ring satu seperti dalam Kota Wamena, namun ada beberapa sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka beberapa hari dalam seminggu tentu dengan protokol kesehatan yang ketat.

  “Pola seperti ini yang akan dilihat, bagaimana kita bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah, namun yang pasti pembelajaran yang dilakukan ini tidak akan sama pada masa normal,” tuturnya.

  Ia juga memastikan jika dalam tatap muka jumlah siswa dalam satu kelas itu akan dibatasi sehingga untuk jarak antara satu siswa dan lainnya itu ada dengan tetap menggunakan masker waktu proses belajar dalam kelas.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *