Kadensus Temui Sejumlah Tokoh, Wartawan Dilarang Mendekat

Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto ( FOTO:Sulo/Cepos)

Kadensus Temui Sejumlah Tokoh, Wartawan Dilarang Mendekat

MERAUKE-Pertemuan antara Kepala Densus 88 Antiteror Irjen Pol. Marthinus Hukom, SIK, MH dan Kapolda Papua Brigjen Pol. Eko Rudi Sudarto dengan sejumlah tokoh baik  tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat berlangsung secara tertutup  bagi wartawan. Jangankan untuk mengambil gambar, mendekat saja di tempat pertemuan tersebut wartawan tidak diperbolehkan.

   Pertemuan tertutup ini dimulai sekitar pukul 10.30 WIT-13.00 WIT di Aula Mapolres Merauke. Seusai pertemuan tersebut, Kadensus 88 yang sempat disapa wartawan ketika menuju mobil yang akan mmebawanya tak menyapa balik wartawan sekalipun.

  Wakapolda Papua Brigjen Pol. Eko Rudi Sudarto, yang dicegat wartawan sesuai menunaikan  Salat  di Masjid Al-Hadi Mapolres Merauke menjelaskan bahwa konteks pertemuan yang dilakukan tersebut diberi jargon  Koteka yakni komunikasi elit kamtibmas.

   “Karena situasi pandemi, maka yang diundang adalah benar-benar tokoh yang terpilih. Artinya 1 figur tokoh itu bisa mewakili antara 50-100 orang. Karena beliau-beliau itu  akan mengkomunikasikan apa yang  kita sampaikan tadi dan disampaikan kepada masyarakatnya,” katanya.

  Menurut jenderal bintang satu tersebut, tujuan dari pertemuan tersebut  adalah untuk menjalin dan saling sharing informasi di lingkungan, di wilayahnya atau di etnisnya dan komunitasnya. “Mereka bisa sharing informasi  kepada kita dan  kita juga berbagi informasi kepada mereka. Polisi sama rakyat, sama masyarakat bagaikan ikan  sama kolam. Di kolam besar itu, masyarakat bertemu dan polisi juga bertemu,” jelasnya.

   Wakapolda  menjelaskan bahwa tugas pokok polisi adalah menjaga harmonisasi dengan esensi maju kedepan menghadapi  dinamikan pembangunan. “Esensi pembangunan itu kita tahu sendiri untuk mensejahterakan masyarakat, umat manusia, rakyat di Papua. Itu esensi pertemuan kita tadi. Kita berbagi informasi dan saling mendukung. Kita juga sangat memerlukan dukungan masyarakat. Polri, TNI tanpa masyarakat kita tidak berdaya,” jelasnya.

   Ditanya lebih lanjut pertemuan  tersebut erat kaitannya dengan penangkapan sejumlah terduga teroris di Merauke, Wakapolda menjelaskan bahwa secara sederhana apa yang terjadi di  Merauke masyarakat dan wartawan sudah tahu banyak.

  “Pak Kapolda sudah memberikan stagmen, dan sekarang Pak Kadensus ke sini, saya piker beliau mengunjungi saya sebagai sahabatnya. Beliau ingin melihat Merauke karena  Merauke adalah salah satu landskip  dimana ada keberagaman tapi menciptakan  kedamaian dan harmoni dan disini bisa dijadikan contoh atau role model.”ungkapnya.

   “Karena semua masyarakat ada di sini, masyarakat BBM (buton, bugis makassar), jawa, sunda, Bali dan semua itentitas suku agama maupun rasa da. Di sini selama ini baik. Saya sih sederhananya, kita semua di Merauke mampu menjaga harmoni. Artinya, apa?  Tetap saling sapa dan saping tegur kalau ada  teman atau rekan  atau sahabat atau ada masyarakat  yang agak asing. Kita tegur  ada apa mas, ipar, namek. Esensinya itu,’’ terangnya.

   Dalam pertemuan itu pula , Wakapolda mengaku banyak menggali informasi dari masyarakat terkait dengan persiapan untuk menghadapi sejumlah ivent nasional yang akan digelar di Papua dan Merauke khususnya.

  “PON yang akan kita gelar dalam waktu dekat dan kita akan kembangkan wilayah ini yang lebih  besar  lagi,” terangnya.

   Ditanya lebih lanjut terkait dengan data terduga  teroris yang sudah ditangkap ada yang menyebut 11 orang, 13 orang  bahkan sudah 23 orang, Wakapolda tak mau menjawab dan langsung  menuju mobilnya Kembali ke hotel tempat menginap. “Kalau soal itu rananya  mabes Polri,” tandas Wakapolda Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *