FK Uncen Harus Dievaluasi

John Gobay ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Dalam dunia perkuliahan jangan ada lagi dinamakan dosen “killer” (dosen yang ditakuti mahasiswa) karena hal ini bisa menjadi momok mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Hal tersebut dikatakan anggota DPRP John Gobay kepada Cenderawasih Pos, Kamis (3/6) kemarin.

Diakui, pihaknya mendengar keluhan adanya mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Uncen Almarhum Paul Fonataba yang meninggal dunia diduga akibat depresi karena sudah mengikuti coas bertahun-tahun di RS Dok II Jayapura dan belum juga lulus hingga sudah banyak temannya yang menjadi dokter hal ini tentu juga harus menjadi evaluasi bagi FK Uncen kenapa hal ini bisa terjadi.

  apakah memang  ada dosen atau tim pengujinya yang “killer hingga menyebabkan almarhum sampai depresi apalagi mendengar pengakuan ibu almarhum Paul yang minta keadilan juga belum di respon tentu ini harus menjadi atensi khusus dari pihak Dekan FK Uncen untuk duduk bersama dalam memberikan titik terang dengan adanya masalah ini, apalagi ini anak semata wayangnya.

“ Saya minta pihak Uncen bisa mengevaluasi hasil lulusannya khususnya untuk FK Uncen, supaya dokter-dokter ini dimana saja sudah menyerap dalam bekerja jangan sampai hanya mengadalkan dokter dari luar, menguji mahasiswa kedokteran yang coas di RS juga hanya dari luar tapi ouput lulusan Uncen yang sudah bekerja menjadi dokter tentu ini bisa direkrut juga, jadi jangan hanya tim penguji atau dosen itu-itu saja yang dari luar sementara lulusan Uncen berperan apa di papua ini,’’katanya.

Diakui, pihak Uncen juga harus punya rumah sakit sendiri untuk mahasiswanya FK praktek karena selama ini masih nebeng di RS Dok II Jayapura, kalau memiliki RS milik Uncen diselesaikan sesegera mungkin tentunya FK Uncen memiliki fasilitas tempat untuk praktek, menurutnya sudah sering kali orang mengeluh tentang FK sehingga pihak Uncen harus mengevaluasi.

“Kita orang luar tidak tahu banyak tapi setidaknya bisa mengatakan harus menjadi bahan evaluasi pihak Uncen sehingga kita tidak mempersulit orang mahasiswa tetapi kita betul-betul mereka, mempercepat kelulusan mereka tetapi juga dengan disiapkan benar-benar agar mereka mengabdi ke masyarakat jangan kalah dengan mantri lulusan SPK (Sekolah Perawat Kesehatan) atau bidan yang mengabdi di kampung, jadi kalau lulusan sudah FK   jadi dalam bekerja kita harapkan bisa lebih jauh maksimal melayani tanpa batas, melayani dengan hati tanpa pamrih karena tugas seorang dokter tugas yang sangat mulia,’’jelasnya.

  Diharapkan, Lulusan dari Uncen bekerja dengan hati, tetapi  jangan malah lulus dengan hati yang sakit, kalau dipersulit dengan sarana prasarana, pelayanan maka kalau keluar menjadi sebuah dokter keluar dengan sakit hati padalah mereka disiapkan untuk melayani. (dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *