Penjual Ikan di Pasar Pharaa Butuh Bangunan yang Layak

Kondisi bangunan tempat penjualan ikan di Pasar Pharaa Sentani, Sabtu (22/5). (FOTO:Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Tempat atau bangunan yang digunakan untuk penjualan ikan di Pasar Pharaa Sentani sangat memprihatinkan. Kondisi ini sudah berlangsug lama sejak bangunan pasar ikan yang dibangun oleh pemerintah rusak dan tidak lagi bisa dimanfaatkan oleh para penjual ikan.
“Kondisi bangunan ini sangat tidak layak, kami sangat membutuhkan bangunan yang layak untuk menjual ikan,” kata Safrudin, salah satu penjual ikan kepada wartawan di Pasar Pharaa Sentani, Sabtu (22/5).
Dijelaskan, sebelumnya, mereka menjual ikan di bangunan khusus yang dibangun oleh pemerintah dalam kompleka pasar itu. Namun bangunan itu belakangan sudah rusak dan tidak layak lagi difungsikan. Kemudian, dari Dinas Perindag Kabupaten Jayapura meminta para penjual ikan itu dipindahkan sementara ke tempat yang baru, tepatnya di jalan sampaing pasar itu yang juga bersebelahan dengan bangunan lama pasar ikan itu.
“Saat itu kami diminta untuk berjualan sementara di sini, tapi sampai sekarang kami masih berjualan di tempat ini,” katanya.
Dia mengatakan, kondisi saat ini tempat penjualan ikan sangat tidak layak untuk ditempati karena becek dan berbau. Hal itu disebabkan buruknya penataan bangunan pasar ikan tersebut yang masih bersifat darurat.
“Ini sebenarnya bangunan sementara, dulunya hanya diminta untuk ditempati sementara sambil menunggu yang baru dibangun. Tapi sampai hari ini pemerintah belum membangunnya,” jelasnya.
Sejauh ini, dari dinas Perindag Kabupaten Jayapura sudah memperbaiki bangunan pasar ikan yang sebelumnya sudah rusak itu, dengan menambah timbunan di bangunan itu. Namun untuk tempat berjualan belum disediakan. Itu sebabnya, mereka belum bisa memanfaatkan bangunan tersebut.
“Kami berharap kepada dinas supaya segera membangun pasar ikan yang layak. Sebagaimana yang mereka janjikan kepada kami sebelumnya. Bahwa di sini hanya sementara saja, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *