Pemkab Mamteng Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Likuifaksi

SERAHKAN BANTUAN: Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak didampingi Wakil Bupati Yonas Kenelak saat menyerahkan bantuan kepada warga yang menjadi korban bencana likuifaksi di Kampung Kino, Distrik Ergayam, Rabu (19/5) lalu. (FOTO:Humas Pemkab Mamberamo Tengah)

ERAGAYAM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamberamo Tengah mulai menyalurkan bantuan bagi warga lima kampung yang terdampak bencana likuifaksi (tanah bergerak).
Penyaluran bantuan bahan makanan bagi warga lima kampung dipimpin langsung Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) yang dipusatkan di Kampung Kino, Distrik Eragayam, Rabu (19/5) lalu.
Ikut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut Wakil Bupati Yonas Kenelak, Ketua DPRD Mamberamo Tengah, Hengky Dani Yikwa dan Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP. Simon Sahureka dan para kepala OPD.
Bupati Ricky Ham Pagawak mengatakan, pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk melihat rakyatnya yang terdampak musibah tanah bergerak dengan memberikan mereka bantuan bahan makanan dan bantuan lainnya.
“Untuk itu, hari ini saya dengan wakil bupati sebagai Ketua Tim Penanggulangan Bencana Daerah, hadir langsung untuk melihat kondisi terakhir masyarakat pasca bencana tanah bergerak yang melanda lima kampung di Distrik Eragayam, sekaligus memberikan bantuan bahan makanan berupa beras, mie instan, minyak goreng dan peralatan masak,” ujarnya.
Menurut Bupati RHP, bantuan yang diberikan ini agar dimanfaatkan dengan baik oleh warga lima kampung, sehingga semua warga tercukupi kebutuhannya.
Bupati dua periode ini menjelaskan, setelah melihat kondisi terakhir warga dan memberikan bantuan, pihaknya akan melaporkannya kepada Gubernur Papua agar bencana ini menjadi perhatian dan ada tindaklanjutnya, selain dari Pemkab Mamberamo Tengah sendiri.
“Tidak hanya Gubernur Papua saja yang kami lapor, namun juga Kementerian Sosial berdasarkan data yang sudah kami punya sehingga nantinya juga menjadi perhatian pihak Kementerian Sosial,”ucapnya.
”Mulai hari ini, Pak Wakil dan tim akan menyiapkan dokumen dalam rangka menyampaikannya ke pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat,” tambahnya.
Menurut Bupati RHP, warga di lima kampung sudah tidak bisa tinggal di kampung mereka. Sebab setiap hari tanah terus bergerak secara signifikan dari lima hinga sepuluh centimeter. Ini membuat mereka harus mengungi ke tempat yang lebih aman.
Lebih jauh Bupati RHP menjelaskan, atas bencana tanah bergerak di lima kampung ini, membuat masyarakat harus mengungsi di tempat yang lebih aman di dataran tinggi. Sementara ini mereka berada di Kampung Kino yang jauh lebih aman dibanding tempat sebelumnya.
Atas kesepakatan dengan masyarakat, kata Bupati RHP, seluruh masyarakat di lima kampung akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.
“Sebelum direlokasi, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pertambangan dan Dinas Pertanahan untuk melihat kondisi di lokasi yang baru, menyangkut kekuatan tanah, apakah memang layak untuk masyarakat lima kampung ini pindah. Kita akan minta rekomendasi ke dua lembaga ini, jika rekomendasi mereka layak untuk masyarakat pindah, maka kita akan mengikutinya, jika sebaliknya tidak aman, maka kami akan bertemu lagi dengan masyarakat untuk membicarakannya,”katanya.
Lima kampung yang terdampak tanah bergerak sehingga tidak bisa lagi ditinggali masyarakat adalah Kampung Kino, Ayeki, Molagi, Winima dan Yabendili. (Humas/reis/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *