Pemadaman Listrik Bergilir, Mulai Picu Pencurian

Perdagangan di Jalan Safri darwin saat malam hari. Para pedagang kini mulai mengeluhkan pemadaman bergirlir di Kota Wamena, yagn memicu terjadinya pencurian. (FOTO:Denny/Cepos)

WAMENA – Warga Distrik Wamena Kota mulai mempertanyakan sampai kapan pemadaman listrik bergilir di Kota Wamena ini akan berakhir. Sebab pemadaman yang dilakukan, khususnya pada saat malam hari ini, mulai memicu kasus pencurian di rumah-rumah warga. Ada beberapa oknum warga yang mencoba untuk memanfaatkan situasi ini untuk melakukan pencurian.
Sejumlah warga di Jalan Safridarwin, Irian , Sulawesi yang merupakan salah satu pusat perdagangan niaga di dalam kota Wamena mengaku mulai kesal dengan pemadaman listrik bergilir yang terus dilakukan. Bahkan, kini sudah memasuki 3 minggu. Kondisi ini memprihatinkan, khususnya pada malam hari, sebab kini mulai ada oknum -oknum yang memanfaatkan keadaan ini untuk melakukan pencurian.
Salah satu warga jalan Safridarwin Wamena Amir mengaku apabila aliran listrik dipadamkan dari sore, maka menjelang malam itu ia sudah mulai menutup tokonya. Hal ini dilakukan, sebab ia kesulitan mengawasi barang dagangannya, karena situasi gelap. Untuk pengamanan ia memilih untuk menutup tokonya lebih awal.
“Meski dalam kios ada penerangan tapi ini kan kurang , kita kesulitan untuk melakukan pengawasan terhadap barang dagangan kalau situasi pemadaman listrik secara bergilir ini masih terus terjadi,”ungkapnya Sabtu (22/5) kemarin.
Situasi ini, tidak hanya dirasakan oleh pedagang yang ada di Jalan Safridarwin saja, tetapi juga di jalan irian dan jalan Sulawesi Wamena. Dimana apabila masih membuka kios hingga malam itu harus ekstra hati–hati, sebab moment dimana aliran listrik mati ini selalu dimanfaatkan untuk melakukan pencurian ini yang selalu diwaspadai.
“Kita juga waspada saat tempat kita di jalan Sulawesi mendapat giliran pemadaman listrik, maka penerangan di dalam kios atau konter harus lebih baik tidak cukup hanya menggunakan satu lampu penerangan,” beber salah satu pedagang di Jalan Sulawesi Dian.
Hal yang sama juga dirasakan mama ester, pedagang pinang eceran di jalan sulawesi mengaku ia sendiri biasanya menjual pinang hingga malam hari. Namun dengan adanya pemadaman listrik ini ia sulit untuk menjual pinang malam hari, sebab orang yang melintas mencari pinang sulit untuk melihat jualannya yang ada di pinggir jalan karena gelap.
“Biasanya kami andalkan penerangan dari toko atau kios yang bisa menerangi dagangan kami, namun kalau listriknya mati kita pakai pelita atau lilin saja tidak cukup orang yang melintas tidak bisa lihat dagangan kami,”kesalnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *