Ruas Jalan Jayapura-Wamena Dibuka 2 Kali Seminggu

Aktifitas pengangkutan barang di ruas Jalan Trans Papua Wamena Jayapura. (FOTO:Denny/Cepos)

WAMENA-Kapolsek Wamena Kota AKP. Agus Siswanto memastikan tidak ada pemudik yang melalui jalan trans Papua Wamena-Jayapura. Ruas jalan tersebut selama ini hanya digunakan untuk mobilisasi logistik bahan makanan, bangunan dan barang kebutuhan lain ke wilayah Lapago. Sebab dalam waktu seminggu, ruas jalan ini hanya dibuka dua kali.
“Semua kendaraan yang masuk hanya mengangkut logistik bahan makanan, bangunan seperti semen dari Jayapura, untuk warga yang melakukan mudik tidak ada baik itu dari Jayapura maupun dari Wamena menuju Jayapura,”ungkapnya.
Ia juga menyatakan dari informasi yang didapatkan dari para sopir lajuran Wamena Jayapura jalan trans Papua itu hanya dilalui oleh kendaraan angkutan barang. Sebab, jalan tersebut itu dibuka dua kali dalam satu minggu untuk umum, itupun hanya untuk mengangkut barang, karena memang membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tujuan.
“Kalau dibuka saja dua kali dalam seminggu mana ada masyarakat yang mau melakukan mudik dengan menggunakan jalan darat, sebab waktu akan terkuras dalam perjalanan menuju ke Jayapura atau dari Jayapura ke Wamena,”beber Agus Siswanto.
Mantan Kasat Narkoba Polres Jayapura Kota menyatakan, setiap kendaraan yang masuk dari wilayah Jayapura wajib melakukan pemeriksaan di Polsek Wamena Kota, dimana pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan dari para sopir ini jangan sampai membawa miras , dan barang terlarang lainnya.
“Jadi pengawasan kita selama ini sebelum lebaran sampai dengan saat ini hanya barang yang masuk dari jayapura ke wilayah Wamena, untuk aktifitas mudik tidak ada yang melalui jalan darat trans Papua Wamena jayapura,”jelas Kapolsek Wamena Kota.
Untuk mudik kemungkinan lebih banyak menggunakan penerbangan, sebelum ada kebijakan bandara ditutup sementara waktu. Falam pengawasan Polsek Wamena Kota, tidak ada pemudik di jalan trans Papua, namun untuk aktifitas angkutan antara Kabupaten di wilayah Lapago masih berjalan seperti biasa.
“Kita tahu Wamena merupakan pusat perekonomian dari 8 Kabupaten di Wilayah Lapago, sehingga aktifitas masyarakat antara Kabupaten ini tetap ada seperti biasa dan ini tak bisa dihambat karena berkaitan dengan kebutuhan ekonomi dan pangan masyarakat,”tutup Agus Siswanto. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *