Victor Yeimo Terancam Hukuman Seumur Hidup

Kapolda Irjen Pol Mathius D Fakhiri berbincang-bincang dengan Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Gustav Urbinas saat meninjau salah satu Pos Pelayanan Operasi Ketupat Matoa 2021, Polresta Jayapura Kota di depan Saga Mall Abepura, Rabu (12/5) lalu. (FOTO:Elfira/Cepos)

Kapolda : Kelompok Separatis PNG Jangan Perkeruh Hubungan Indonesia dan PNG

JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri memastikan Victor Frederik Yeimo (38) masih berada di Mako Brimob Polda Papua untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut pasca ditangkap tim gabungan Satgas Nemangkawi dan anggota Dirkrimum Polda Papua di Tanah Hitam, Minggu (9/5) malam. Victor diduga sebagai dalang dari kasus kerusuhan tahun 2019.
Kapolda Mathius Fakhiri mengatakan, penyidik Polda Papua sedang menggali semua laporan polisi (LP) yang pernah terindikasi yang bersangkutan terlibat. “Saya minta penyidik untuk tidak terlalu terburu-buru dalam menggali setiap LP dan mengkonekan dengan setiap pasal pasal yang dilanggar VY. Sehingga kita berharap pada saat statusnya naik tidak ada lagi penyidik yang lupa atau teledor dalam proses penanganan,” ucap Kapolda usai memantau Pos Pelayanan dan Pengamanan yang ada di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota, Rabu (12/5).
Kapolda berharap berkas dari kasus Victor Yeimo tidak perlu lagi dibolak-balik dan bisa cepat. Sehingga yang bersangkutan bisa mendapat kepastian hukum atas perbuatan yang selama ini diduga dilakukan.
Victor Yeimo menurutnya akan dijerat dengan 4 pasal, sehingga ancaman hukumannya bisa sampai seumur hidup. “Setiap LP nantinya dikaitkan dengan perbuatannya, Victor sendiri memiliki beberapa laporan polisi,” kata Kapolda.
Selain itu lanjut Kapolda, dari hasil keterangan yang bersangkutan, penyidik akan memanggil saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani oleh Penyidik Polda Papua.
Menanggapi pernyataan dari kelompok PNG yang akan membantu KKB, Kapolda menyampaikan setiap bangsa mempunyai kedaulatan serta konsep pertahanan dan keamanannya. Tentunya Indonesia tidak mau dicampuri oleh siapapun.
“Saya berharap kalau ini kelompok separatis yang ada di PNG jangan sampai dia memperkeruh hubungan antara Indonesia dan PNG. Dalam konteks itu, kita tetap menangani sesuai dengan ketentuan hukum yang ada di Indoensia. Kita negara berdaulat yang tidak boleh diganggu oleh siapapun,” tegas Kapolda.
Dari penangkapan Victor Yeimo yang dilakukan Polda Papua ternyata hingga kini masih banyak pihak yang memberi kesan mempolitisir upaya penegakan hukum tersebut dan mengait – ngaitkan dengan upaya kriminalisasi serta lainnya.
Dari banyaknya asumsi tadi menurut Sekjen Barisan Merah Putih (BMP), Yonas Nusi silakan mengajukan keberatan disertai bukti – bukti jika memang menganggap upaya penegakan hukum yang dilakukan Polisi salah. “Apa yang dilakukan Polda pastinya berdasar sebab jika tidak ya silahkan para pihak yang keberatan melakukan gugatan atau mengajukan protes. Saya yakin Polda tidak akan mengambil tindakan seperti ini tanpa bukti keterlibatan yang kuat dari Victor Yeimo terkait kasus kerusuhan Agustus 2019,” kata Yonas Nusi, pekan lalu.
Ia melihat meski sudah berlangsung 1 tahun lebih. Polisi tentunya masih mencatat siapa saja aktor kejahatan di Papua ketika itu, sehingga cepat atau lambat dipastikan akan diungkap dan diamankan. Jadi menurut pria yang juga menjabat sebagai salah satu anggota DPR Papua ini bagi yang merasa terlibat sebagai aktor di balik kerusuhan untuk bersiap – siap karena satu persatu akan diungkap dan diperhadapkan dengan hukum.
“Tidak perlu berkoar – koar di luar tetapi sampaikan keberatan lewat wadah yang sudah disiapkan. Kalau Polisi salah tangkap lalu yang benar itu siapa. Victor bisa saja menjadi bagian actor besar yang mengacaukan Papua ketika itu apalagi jika ada yang menyebut ia berperan sebagai penyuplai data kepada Veronica Koman di Australia untuk berjuang secara politis dari luar,” sindir Yonas.
Ia meminta pihak yang menyoroti langkah penegakan hukum Polisi untuk melihat dampak dari kerusuhan tersebut dimana banyak korban baik harta maupun nyawa termasuk rasa trauma yang dirasa masyarakat hingga kini sehingga tak ada alasan tidak mendukung upaya Polisi. “Bisa dicurigai juga mengapa memprotes penangkapan Victor Yeimo, ada apa? Apakah ikut dalam kelompok yang terlibat dibalik kerusuhan?,” sindirnya. (fia/ade/nat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *