Masalah Pendidikan di Papua Adalah Tugas Bersama

Kepala Dinas Pendidikan Perpuustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait, ST., M.Si., ketika berfoto bersama para pemenang Education Award Papua 2021 yang digelar dalam rangka Hardiknas, Minggu (2/5). ( FOTO: Yohana/Cepos)

DPPAD Gelar Education Award

JAYAPURA-Memperingati hari Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, gelar resepsi Hardiknas di aula Kantor Dinas PPAD Provinsi Papua.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait menjelaskan tahun 2021 merupakan tahun ke-2, Dinas Pendidikan memperingati Hardiknas, dengan tema yang diberikan dari pusat adalah “Serentak, Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar”.

“Artinya tugas pendidikan adalah tugas kita bersama, dari evaluasi kami selama 1 tahun ini, yakni dari 1 Mei 2020 hingga  1 Mei 2021, permasalahan pendidikan di Papua masih menjadi masalah besar dan kita masih menggumuli hal tersebut,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (2/5) kemarin.

Diakuinya, permasalahan pendidikan, tidak bisa berdiri sendiri, setidaknya harus ada guru, harus ada siswa, sarana prasanan harus ada, lingkungannya ini merupakan masalah pertama terkait pendidikan di Papua.

“Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Papua yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), dimana kita punya masalah di guru, kita punya masalah putus sekolah ada 17 persen anak putus sekolah di Papua, ada 27 persen buta huruf di Papua dan saya menyampikan ini kepada Gubernur Papua agar dapat menjadi PR bagi kabupaten/kota yang ada di Papua,” terangnya.

Lanjutnya, selain kedua masalah tersebut, lingkungan juga memiliki peran besar mempengaruhi pendidikan di Papua hari ini, dimana khusus di Papua hampir terdapat 30.000 perusahaan, tetapi hanya 14 persen yang memiliki kontribusi bagi dunia pendidikan di Papua.

“Masih terdapat sekolah-sekolah yang berada dilingkungan perusahaan besar Papua, namun tidak mendapat perhatian khusus dari perusahaan-perusahaan tersebut. Artinya lingkungan tidak memberikan dukungan,” terangnya.

Diakuinya, banyak PR untuk pendidikan di Papua yang tengah digumuli bersama-sama, karena itu tema hari ini menyatakan bahwa siapapun dia memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun pendidikan di Papua.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah memberikan penghargaan kepada  8 Nominasi yaitu, Pegawai Berprestasi di masa Covid-19, Guru Berprestasi di masa Covid-19, Guru Yang Gugur Dalam Tugas di masa Covid-19, Lembaga Keagamaan yang memberikan kontribusi terhadap pendidikan dimasa Covid-19.

Pemerintah Daerah yang konsen terhadap pendidikan dimasa Covid-19, LSM dan Instansi yang mendudukung pendidikan dimasa Covid-19, Media Cetak dan Elektronik peduli pendidikan dimasa Covid-19, dan Purna tugas ASN Dinas Pendidikan dimasa Covid-19.

Sementara itu, Sekda Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy, SE., M.Si., menjelaskan, sangat penting memperhatikan dan meningkatkan pelayanan pendidikan dengan baik agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

“Memperingati hari pendidikan nasional ditandai dengan, berbagai perubahan yang terjadi dan memberi dampak yang sangat luas dan mendalam pada seluruh dimensi kehidupan bangsa dan negara,” terangnya.

Lanjutnya, dimasa Covid-19 sangat berdampak pada proses belajar mengajar, yang semulanya dilakukan dengan tatap muka, kini harus diganti dengan non tatap muka.

“Kita perlu belajar dari negara-negara maju, terutama dalam hal kemajuan pembangunan pendidikan yang mereka peroleh saat ini dikarenakan perjuangan yang panjang dan yang paling menarik dan yang menjadi fokus kita adalah menempatkan pendidikan sebagai sektor yang amat menetukan keberhasilan dimasa depan,” pungkasnya. (ana/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *