Fiber Optik Putus, Masyarakat Jangan Berasumsi yang Lain!

Irjen Pol Mathius D Fakhiri ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Akses jaringan telepon dan internet di wilayah Kota Jayapura, mengalami gangguan sejak Jumat (30/4) malam pukul 21.31 WIT.

Putusnya akses jaringan telepon dan internet ini, langsung memunculkan asumsi beragam di tengah masyarakat. Asumsi yang muncul di antaranya ada unsur kesengajaan terkait terganggunya pelayanan telepon seluler dan internet ini.

Terkait asumsi yang muncul, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri meminta masyarakat untuk tidak berasumsi terkait dengan layanan PT. Telkom yang bermasalah di beberapa wilayah di Papua.

“Jangan kita berasumsi yang lain. Inikan memang karena gangguan yang terjadi secara teknis. Memangnya gempa bumi bisa cipta kondisi oleh manusia,” tegas Kapolda Mathius Fakhiri kepada wartawan di Timika, Minggu (2/5).

Dikatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi tentang itu. Menurutnya ada hal-hal yang bisa masyarakat komplain kalau memang pemerintah melakukan kesengajaan. “Setahu saya itu karena gangguan teknis yang dialami Telkom. Silakan  tanya kepada Telkom apakah itu ada perintah dari pemerintah atau tidak dan saya pikir itu tidak,” pungkasnya.

Secara terpisah, General Manager Wilayah Telkom Papua Sugeng Widodo mengungkapkan, Jumat (30/4) sekira pukul 21.31 WIT,  telah terjadi putusnya kabel laut (kabel fiber optik). Putusanya kabel fiber optik ini mengakibatkan jaringan internet di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan sekitarnya terganggu atau putus.

   “Sekira pukul 21.31 WIT, Jumat (30/4) malam lalu, jaringan internet putus. Ini akibat kabel fiber optik putus di jarak 360 Km dari Jayapura di laut perairan antara Sarmi dan Biak,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (1/5).

Dijelaskan, akibat putusnya kabel fiber optik maka masyarakat tidak bisa mengakses jaringan internet atau layanan data internet. Namun untuk telepon dan sms masih bisa sedangkan wilayah yang terdampak Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan sekitarnya.

Sugeng mengakui, penanganan nantinya dilakukan dengan cara mendatangkan kapal untuk memperbaiki kabel fiber optik yahg putus.

“Untuk perbaikan kami meski mendatangkan kapal dari luar, kapal ini bertugas untuk mengangkat dan memperbaiki kabel fiber optik di bawah laut  yang putus, seperti kejadian dulu,” imbuhnya.

Mengenai penyebab putusnya kabel fiber optik, Sugeng mengaku pihaknya belum tahu apakah karena gempa di bawah laut atau penyebab lainnya. Tapi dari informasi yang pihaknya didapatkan dari BMKG saat itu tidak ada gempa yang terjadi.

Menurut Sugeng, karena jaringan internet putus dan butuh perbaikan yang cukup lama, karena harus menunggu kapal yang datang. Terkait hal ini, pihaknya meminta maaf kepada seluruh masyarakat, pemerintah, instansi terkait dan pelaku usaha serta lainnya dengan ketidaknyaman ini.

“Kami dari Telkom memohon maaf atas gangguan yang terjadi ini karena layanan tidak maksimal. Tapi kami tetap berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan pelayanan kembali dan langkah cepat yang kami  lakukan segera mendatangkan kapal untuk bisa memperbaiki jaringan kabel fiber optik yang putus,”jelasnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Comunnication Telkom Pujo  Pramono mengungkapkan,  layanan Telkom wilayah Jayapura dan sekitarnya mengalami gangguan pada  Jumat malam (30/4)lalu, sekira pukul 19.40 WIB sebagai dampak putusnya insfratruktur kabel laut sulawesi papua cable system (SMPCS) ruas Biak-Sarmi.

Tapi, untuk layanan telepon dan SMS sudah kembali normal pada hari yang sama pukul 22.45 WIB. Sementara itu, untuk layanan data baik fixed maupun mobile broadband masih dalam proses pemulihan kualitas secara bertahap dengan  mengoptimalkan kapasitas satelit, sistem komunikasi radio infrastruktur lainnya. Termasuk pemanfaatan jaringan Palapa Ring Timur.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan masyarakat di wilayah Jayapura dan sekitarnya yang terdampak. Kami akan mengupayakan kembali percepatan agar kualitas layanan bisa segera normal,” tutupnya. (fia/dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *