Enam Kelompok Besar Jaringan KKB yang Kerap Lakukan Teror

Kapolda Mathius Fakhiri (FOTO: ELFRIA/CEPOS)

Kapolda Pastikan Penindakan Terhadap KKB Terukur

JAYAPURA-Enam kelompok besar jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masih aktif melakukan teror di Papua khususnya di daerah Pegunungan Tengah Papua.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D Fakhiri menyebut, enam kelompok tersebut yaitu KKB Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker Cs, Kelompok Paniai, Kelompok Egianus dan kelompok pecahan Lekagak Telenggen.

“Enam kelompok ini sudah kita petakan, mereka yang melakukan aktivitasnya khususnya di daerah ilaga Kabupaten Puncak, Intan Jaya dan Kabupaten Nduga. Ada kelompok lain, tetapi itu sudah tenang dan banyak yang sudah kembali melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat biasa,” ucap Kapolda kepada wartawan di Mimika, Minggu (2/5).

Sementara terkait dengan penetapan KKB sebagai teroris, Kapolda Papua menyikapinya untuk  melaksanakan apa yang menjadi putusan di pusat. Tetapi tetap berpedoman pada apa yang sudah dilakukan selama ini dan penegakan hukum diutamakan. “Untuk Polri kita tetap melaksanakan sebagaimana langkah-langkah yang telah kita lakukan selama ini di wilayah hukum Polda Papua,” ungkapnya.

Langkah-langkah tersebut seperti melakukan pendekatan dengan mendekati semua elemen masyarakat, pemerintah daerah di titik-titik yang khususnya krusial dengan mengedepankan mereka melakukan penggalangan. Bahkan, menarik masyarakat yang sudah terlibat di dalam untuk keluar melakukan aktivitasnya sebagai masyarakat umum lainnya.

“Inikan kebijakan pemerintah dan kami akan mendukung, dalam hal ini Polda Papua dan teman teman yang dinas di Papua kita melakukan langkah-langkah serius untuk penanganannya. Kita akan melakukan penindakan secara tegas dan terukur terhadap KKB yang melakukan teror sejak tahun 2020 hingga saat ini,” jelasnya.

Kapolda menegaskan, pihaknya tidak main main dengan kelompok ini. Penegakan hukum yang dilakukan dengan akan melihat secara baik dampak penindakan di lapangan, sehingga tidak  menimbulkan persoalan baru dari penindakan tersebut. “Kita tidak mau penindakan ini membuat luka atau  hal-hal baru  yang membuat masyarakat menjadi trauma,” tegasnya.

Adapun langkah serius Polda Papua dalam penangana konflik bersenjata di Papua yakni dengan akan menempatkan semua perkuatan di beberapa titik untuk melakukan penindakan kepada KKB.

“Tidak boleh lagi orang melakukan aksi aksi kekerasan bersenjata atau kejahatan lainnya yang membuat orang lain trauma, merasa ketakutan apalagi mengintimidasi. Sehingga penegakan  huukum harus kita lakukan dengan tegas dan terukur,” jelasnya.

Terhadap KKB yang melakukan teror di Distrik Ilaga ataupun Distrik Beoga. Polda Papua akan berusaha menangkap hidup, hal ini untuk mengetahui jaringannya. Tetapi kalau kelompok ini melawan, maka kita akan melumpuhkan.

Dikatakan, hingga saat ini anggota di Ilaga masih bekerja dan melakukan pengejaran terhadap kelompok ini. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi langkah dan tindakan lanjutan anggota yang ada di lapangan

“Kita juga akan melakukan penggalangan dengan masyarakat, supaya masyarakat tidak takut sehingga dia bisa memisahkan diri dari kelompok itu. Dengan begitu, kita pastikan penindakan yang dilakukan terukur,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *