Larangan Mudik, Bandara Wamena Tutup Untuk Angkutan Penumpang

Penumpang Pesawat Trinaga Air saat turun di Bandara Wamena. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Larangan mudik Lebaran atau Idul Fitri 2021di Kabupaten Jayawijaya bakal ditandai dengan ditutupnya penerbangan sipil sementara waktu. Sedangkan aktivitas penerbangan kargo akan berjalan seperti hari biasa.

Terkait hal ini Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Wamena bakal melayangkan pemberitahuan kepada aviasi penerbangan yang ada di Jayawijaya dalam waktu dekat.
Kepala UPBU Kelas I A Wamena, Faisal Marasabessy ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos via selulernya membenarkan adanya pelarangan mudik sesuai dengan edaran Kementerian Perhubungan Pihaknya telah membicarakan masalah ini dengan pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan telah ditetapkan akan menutup sementara Bandara Wamena untuk penerbangan sipil.
“Rencananya untuk larang mudik ini penerbangan penumpang ditiadakan sementara waktu mulai tanggal 6 sampai 17 Mei sesuai dengan instruksi atau kementerian perhubungan,”ungkapnya, Jumat (30/4).
Faisal juga mengaku, akan melayangkan pemberitahuan kepada aviasi penerbangan, dimana pihaknya akan mengundang untuk rapat khususnya Trigana Air Service dan Wings Air serta penerbangan lainnya yang melayani angkutan penumpang dari Wamena.
“Kalau kita undang rapat maka nanti kita akan sampaikan semuanya kepada pihak aviasi penerbangan mungkin sebelum pelaksanaan penutupan bandara Wamena sehingga mereka harus tahu lebih dulu,”tuturnya
Dikatakan, dalam penutupan aktivitas penerbangan sipil sementara waktu ini, khusus untuk warga yang harus mendapat rujukan kesehatan ke daerah lain dari Wamena, tetap bisa terlayani. Namun itu tergantung dari aviasinya. Dimana ada surat keterangan yang nanti diberikan dari UPBU maupun dari Rumah sakit yang menerangkan pasien butuh rujukan.
“Ini nanti saya jelaskan dalam rapat bersama dengan aviasi karena semua sudah ada aturannya baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten Jayawijaya,”katanya.
Sementara itu Manager Trigana Air Sevice, Michael Biduri mengatakan jika rencana pelarangan mudik yang ditandai dengan penutupan penerbangan sipil atau penumpang sebenarnya tidak masalah bagi Trigana Air Service. Namun yang dibutuhkan saat ini adalah surat dari pemerintah daerah, karena kalau penerbangan sipil ditutup sementara pesawatnya bisa dialihkan untuk kargo.
“Untuk penerbangan sipil ditutup tidak ada masalah. Sekarang ini kalau ada keperluan warga yang bersifat emergency dan memaksa kita harus evakuasi dengan pesawat kargo tidak bisa dilakukan, yang penting kita ada mendapat surat tertulis dari Pemda Jayawijaya, sehinggaidak ada masalah untuk menutup penerbangan sipil,”bebernya.
Ia menerangkan kalau ada surat pemberitahuan untuk larangan mengangkut penumpang diberikan kepada Trigana, pihaknya punya dasar. Sehingga masyarakat tidak menilai Trigana Air Service tak punya kepedulian terhadap warga. Hal ini berkaca dari kejadian lalu dimana ada yang sakit, emergecy rujukan dan panggilan dinas.
“Kita berusaha patuh dengan aturan malah kita yang dapat serangan balik. Makanya kalau ada surat keterangan larangan mengangkut penumpang tidak ada masalah bisa dijadikan bukti untuk ditunjukan kepada masyarakat, kita tinggal menunggu surat pemberitahuan larangan mengangkut penumpang saja,” tutupnya.(jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *