Ketua  LMA minta Trio Nduga Jadi Satu  Untuk Membangun dan Menata Kabupaten Nduga

Ketua Lembaga masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nduga Jhon Beon.

KENEYAM – Ketua Lembaga masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nduga Jhon Beon. memintaTrio Nduga menjadi satu untuk membangun dan menata Daerah Kabupaten Nduga. Tiga tungku yang dimaksud Ketua LMA adalah, pemerintah agama, dan adat harus duduk  bersama saling mendukung untuk membangun dan menata daerah Kabupaten Ndugama.

Jhon Beon juga menjelaskan bahwa, pemerimtah harus melibatkan agama dan adat, karena sebelum pemerintah masuk ke wilaya Nduga, yang masuk lebih dulu adalah agama dan adat yang telah ada. Maka pemerintah mau bangun daerah Ndugama harus melibatkan para tokoh adat, tokoh agama. ” Pemerintah minta petunjuk kepada tokoh agama dan adat dimana bisa membangun karena mereka inilah sangat memahami wilayah Nduga maka pemerintah harus melibatkan agama dan adat, pemerintah tidak boleh jalan sendiri,” ujarnya.
LMA juga tidak mau tokoh agama dan tokoh adat  menjadikan pemadam kebakaran  atau sudah terjadi masalah baru pemerintah panggil tokoh agama dan tokoh adat, LMA untuk minta turun selesaikan masalah bersama-sama.
” Pengalaman ini kita buang dan kita harus rubah pola baru yaitu  melibatkan tokoh agama, adat, sama-sama berbicara program pembangun baru kita kawal sama sama untuk membangun Kabupaten Nduga yang kita cintai ini,” jelasnya.

Ketua LMA juga menjelaskan peran dari tokoh agama dan tokoh adat, intelektual, tokoh perempuan, pemuda dan masyarakat adalah sangat penting untuk masukan dan mengawal pembangunan Kabupaten Nduga.
Jhon juga menjelaskan, tidak bermaksud keterlibatan lansung untuk program pembangun tetapi ikut hadir dalam saat  saat agenda penting untuk menentukan  pembangunan harus terlibat.
Ketua LMA berpandangan, sekarang ini waktunya Nduga bangkit, dan maju dari berbagai maslah yang  muncul. “Kita bisa atasi jika kita jadi satu, seia sekata, sepikir, untuk membangun Nduga, karena teman teman kita di kabupaten lain sudah maju diberbagai bidang, maka kita orang Nduga juga bisa sama seperti teman teman kita di daerah lain, “ujarnya.

Dikatakan, Ndugama ini daerahnya luas dan bertebing-tebing dan susah di jangkau dengan jalan kaki  dan sulit juga ditelusuri. Wilayah ini juga disebut perut bumi dan masuk dalam kawasan Taman Lorens. ” Kami dibatasi oleh pemerintah untuk ruang bergerak bebas membangun maka kita perlu duduk bersama menentukan wilayah mana yang kita bisa membangun dan wilayah mana yang kita tidak bisa membangun, kami orang Ndugama harus wajib mengetahui, karena untuk membangun Ndugama ini ada batas batasnya, ” paparnya.

Dijelaskan bahwa, seluruh masyarakat Kabupaten Nduga di 36 distrik dan 242 kampung harus menjadi satu untuk membangun  rumah besar Ndugama ini dengan baik. ” Karena tidak ada orang lain dari luar datang di kabupaten Nduga untuk berpikir, menata dan membangun, hanya orang Nduga sendiri  yang bisa membangun maka kita orang Nduga dulu kita satu yaitu Suku Nduga, dan pemerintah masuk baru dibagi menjadi tiga bagian yaitu, Wilaya satu, wilaya dua dan wilaya tiga ( atau yang disebut Dapil satu, dua dan tiga)   maka saya sebagai ketua LMA, mengajak kita harus kembali ke adat suku Nduga, menjadi satu untuk membangun dan menata rumah kita ini baik dan benar, dan tinggalkan  rasa benci, dengki, dan dendam, yang kita sudah lewati dari tahun lalu, karena waktu  ini sedang berjalan tidak tunggu kita selesaikan Masalah yang kita hadapi tetapi kita harus kejar waktu dan kesempatan agar kita jangan tertinggal di berbagai bidang pembangunan. Mari Kita orang nduga menjadi satu dan sepakat, membangun Ndugama,” paparnya.

Jhon menjelaskan, masyarakat Nduga barru saja kehilangan seorang pemimpin dan tokoh pembangunan  serta seorang patriot peletak pondasi pembangunan Kabupaten Nduga, yaitu bapak terkasih Yairus Gwijangge,S.Sos,MM. ” Kami masih diselimuti rasa duka dan juga kami tak bisa terlupakan gaya kepemimpinan yang sungguh baik. Da adalah seorang pemimpin langka yang dimiliki oleh masyarakat dan suku Nduga,   sekalipun dia tinggalkan kami tetapi apa boleh Buat kami orang Nduga harus maju dan penganti penganti Yairus sudah ada, seperti Bupati saat ini Yaitu Wentius Nimiangge,  semua mandat dan tanggungjawab sudah taruh dipundak Wentius Nimiangge, maka saat ini kita jadi satu mendukung program dan pembangunan yang tinggalkan Bapak Yairus mau lanjutkan  oleh pengantinya, ” ujarnya.

Untuk itu, selaku ketua LMA dirinya menegaskan bahwa Wentius adalah pemimpin pemerintah Nduga yang harus didukung.” Wentius adalah utusan Allah, alam dan adat dari Ndugama, maka jangan melihat dari sisi kekurangan dan kelemahan dan juga kelebihannya yang dimiliki oleh seorang Bupati Wentius, kekurangan Wentius itu ada pada kita maka kita memberikan masukan solusi dan jalan yang terbaik demi mensejahtrakan masyarakat Nduga. Maka saya selaku ketua lembaga Masyarakat adat menghimbau kita orang Nduga, suku Nduga jadi satu untuk membangun dan menata rumah Kita Ndugama yang kita banggakan dan cintai ini, ” pungkasnya. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *