HIPMI: Pemulihan Ekonomi Belum Maksimal

Ketua BPC Hipmi Kota Jayapura Syawal saat membagikan Takjil kepada pengendara yang melewati depan jalan PTC Entrop dalam kegiatan Safari Ramadan BPC Hipmi Kota Jayapura, Kamis (29/4)kemarin. (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Adanya pelonggaran waktu aktivitas yang diberikan pemerintah Kota Jayapura kepada pelaku usaha dan masyarakat tampaknya tidak terlalu berpengaruh bagi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Jayapura.
Ketua BPC Hipmi Kota Jayapura Syawaludin Syabil, SH mengatakan, memang pelonggaran waktu sangat membantu pelaku usaha dan masyarakat, namun untuk perputaran uang dalam rangka pemulihan ekonomi, ia mengaku belum terasa maksimal karena belum secara riil karena semua masih dibatasi dalam melakukan setiap kegiatan.
“Menurut saya pemulihan ekonomi di Kota Jayapura belum maksimal, walaupun sudah ada pelonggaran waktu dan vaksinasi, saya lihat peredaran uang masih belum maksimal dan riil. Jika hanya orang berbelanja itu wajar tapi dalam hal sektor pembangunan secara fisik tidak ada, jadi bagaimana mau dibilang pemulihan ekonomi berjalan baik, karena dampak untuk pengusaha belum ada,’’ungkapnya usai ditemui wartawan Cenderawasih Pos dalam kegiatan Safari Ramadan BPC Hipmi Kota Jayapura dengan membagikan 500 takjil di depan jalan PTC Entrop, bersama pengurus, Kamis (29/4).
Ia berharap pemulihan ekonomi bisa dirasakan dengan nyata oleh Hipmi jika pemerintah sudah mau melakukan pembangunan dan melibatkan pengusaha muda, baru ini bisa dikatakan pemulihan ekonomi berjalan. Tapi kalau hanya sekedar pelonggaran waktu tentu ini hal biasa.
Syawal berharap, jika peredaran uang di Kota Jayapura bisa berjalan maksimal, tentu sektor pembangunan harus dijalankan karena ini akan ada dampak positif bagi semuanya. Apakah dari sisi tenaga kerja, pembelian bahan, transportasi dan lainnya. Tapi kalau hanya sekedar pelonggaran waktu, yang merasakan hanya pelaku usaha tertentu saja.
Sementara itu, dalam Safari Ramadan kali ini, Hipmi Kota Jayapura membagikan takjil 500 nasi kotak untuk masyarakat yang mau berbuka puasa. (dil/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *