Banjir Kembali Rendam Ratusan Rumah di Wamena

Rumah Warga yang terendam banjir semalam karena hujan dan meluapkan air kali hetuma yang tidak bisa keluar ke Kali Baliem lantaran ada penyempitan aliran air di Kampung Hetuma Distrik Hubikiak kabupaten jayawijaya.( Foto: denny/cepos)

WAMENA-Banjir kembali merendam rumah warga di Hetuma dan Hom-hom Distrik Hubikiak Kabupaten Jayawijaya.
Banjir akibat hujan deras sejak Kamis (29/4) malam ini, merupakan banjir yang kedua dan kondisinya lebih parah dibanding banjir pertama yang terjadi, akhir Februari lalu.
Dimana sejak Jumat (30/4) dini hari, ratusan rumah warga di Hetuma dan Hom-hom terendam banjir hingga pinggang orang dewasa.
Banjir yang sering terjadi saat hujan deras turun ini, membuat warga kesal hingga melakukan pemalangan di jalan SD Percobaan dan jalan Hom -hom. Warga korban banjir ini menunggu kedatangan perwakilan pemerintah daerah agar bisa menyampaikan aspirasinya
“Banjir ini dikarenakan intensitas hujan yang deras dan dalam waktu yang lama, sehingga saat masyarakat sedang tertidur air mulai naik dan menggenangi rumah mereka,” ungkap Yaberius Kogoya warga Kampung Hetuma kepada Ceposonline Jumat (30/4).
Menurutnya, banjir juga terjadi di jalan SD Percobaan dan warga yang ada di sana harus merelakan barang -barang mereka terendam air.
Bencana banjir ini diakibatkan karena meluapnya Kali Hetuma lantaran ada penyempitan kali. Akibatnya air yang seharusnya mengalir ke Sungai Baliem, meluap ke pemukiman warga.
“Kalau di Jalan SD Percobaan tadi malam air setinggi paha orang dewasa, sehingga sejumlah rumah dan badan jalan terendam. Warga juga sempat panik dengan naiknya air yang cepat. Petugas Basarnas sejak tadi malam telah turun dan membantu evakuasi warga sejak pukul 02.00 WIT,” tambahnya.
Warga lainnya seorang ibu rumah tangga Since Asso mengaku kaget ketika luapan air sudah masuk dalam rumahnya. Saat terbangun dari tidurnya, ketinggian air sudah mencapai batas lututnya. Untuk itu, ia langsung membangunkan keluarganya untuk mengevakuasi barang -barang miliknya.
“Tidak banyak barang yang bisa diselamatkan hanya surat -surat penting dan beberapa barang lainnya yang kita selamatkan di tempat yang lebih tinggi agar tidak basah,”bebernya.
Buntut dari banjir tersebut warga melakukan pemalangan di ruas jalan Hom-hom yang merupakan jalan nasional. Akibatnya aktivitas pengguna jalan menjadi terhambat. Pasalnya warga menunggu pemerintah dalam hal ini Bupati Jayawijaya untuk turun melihat kesulitan mereka.
Beruntung anggota namun anggota Polres Jayawijaya turun dan membuka palang serta mengarahkan masyarakat untuk ke pinggiran jalan agar lalu lintas kembali normal. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *