75 Persen Penghuni Asrama Mahasiswa Uncen Bukan Mahasiswa

Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Hasil pendataan yang dilakukan tim pendataan dan penertiban aset Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura khususnya yang berkaitan dengan asrama dan rusunawa mendapati hasil yang mencengangkan.
Dilaporkan bahwa dari seluruh penghuni yang berjumlah sekira 400 orang, ternyata 75 persen diantaranya bukan mahasiswa aktif alias orang dari luar yang menempati.
Terkait ini Rektor Universitas Cenderawasih, Dr., Ir., Apolo Safanpo ST., MT menyampaikan bahwa sesegera mungkin Uncen akan melakukan penertiban dan pendataan lewat tim yang sudah dibentuk. “Jadi kami juga baru tahu jika dari seluruh total penghuni asrama mahasiswa dan rusun 75 persennya bukan mahasiswa. Yang berstatus mahasiswa hanya berkisar 25 persen, sisanya orang luar,” kata Apolo saat memberikan keterangan pers di ruang rapat Uncen, Jumat (30/4).
Upaya penertiban ini dikatakan bukan tanpa pemberitahuan lebih dulu. Bahkan sudah disampaikan sejak tahun 2018 dan dilakukan bertahap. “Sosialisasi sudah dilakukan sejak 2018 dan 2019. Sebenarnya di awal tahun 2020 sudah mau ditertibkan namun situasi berubah karena Covid-19 sehingga tahun ini akan kami lakukan,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa setelah penertiban akan kembali diinventarisir mahasiswa yang akan menempati asrama dan rusun.
Ada tiga syarat yang harus dipenuhi yaitu pertama harus memiliki kartu tanda mahasiswa Uncen. Kedua surat keterangan masih kuliah aktif yang diberikan oleh fakultas dan ketiga memiliki identitas KTP Kota Jayapura. Jika persyaratan ini tidak dimiliki maka tidak diijinkan untuk menempati asrama dan rusun.
Disini Apolo juga mengakui jika tujuan penertiban ini adalah agar Uncen terbebas dari semua kepentingan kelompok maupun individu.
“Selain itu ternyata di lingkungan kampus juga ada kelompok yang menggunakan area kampus sebagai tempat mabuk – mabukan, tempat transaksi narkoba hingga tindakan kriminal lainnya,” akunya.
Untuk penertibannya sendiri dikatakan tangga 30 April merupakan hari atau waktu terakhir dan segera Uncen berkoordinasi dengan Pemkot Jayapura untuk menggelar operasi yustisi termasuk dengan Koramil, Polsek serta Polresta guna membackup penertiban.
“Yang di depan nanti resimen mahasiswa dan security kampus. Mereka akan dibackup oleh Polsek ataupun Koramil. Jadi yang merasa bukan mahasiswa, kami persilakan untuk meninggalkan asrama dan rusun,” imbunya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *