Aniaya Pasangan, Seorang Pemuda Diamankan 

Pelaku penganiayaan terhadap wanita yang sudah memberinya  satu anak ketika diamankan Polisi, Rabu (28/4) kemarin. ( FOTO: Sulo/Cepos)    

MERAUKE-Karena melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan yang sudah memberinya seorang anak berinisial Ti (21), seorang pemuda di Merauke berinisial  Re (21) terpaksa diamankan  Polisi, Rabu (28/4). Kasus penganiayaan ini dilaporkan oleh korban sendiri dengan  mendatangi SKPT Polres Merauke.

   Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kanit SPKT-III Polres Merauke Ipda Hasan Umanuhu, ditemui wartawan menjelaskan bahwa  bahwa antara korban dan pelaku sudah memiliki seorang anak, namun belum menikah secara sah. “Istilah orang  masih kumpul kebo,” katanya.

   Korban sendiri datang dari Jagebob ke Merauke  untuk kuliah dan berkenalan dengan pelaku hingga memiliki seorang anak laki-laki yang saat ini berumur  3 bulan.  “Antara korban dan pelaku baru tinggal sekitar 4 bulan di sebuah  rumah kos-kosan,” jelasnya.

   Kasus penganiayaan itu dilakukan pelaku  saat korban pergi ke rumah temannya membantu membuat kue. Karena suaminya sendiri tidak memiliki pekerjaan. Namun ketika korban pulang,   pelaku tidak terima dengan alasan meninggalkan anak.

  “Kemudian pelaku sembunyi motor. Korban  kemudian mencari dan meminta kunci motor tersebut tapi langsung dipukul oleh  pelaku. Rambut korban dijambak, kemudian  dipukul akhirnya mereka  bertengkar dan sambil baku cakar. Kemudian pelaku masuk kamar lalu kunci  kamar. Saat dalam kamar itu, kesempatan korban lari  dan  datang melapor  ke SPKT,”jelas Kapolres yang mengaku menurut informasi  memang korban sering dianiaya pelaku.

  Karena laporan tersebut, Polisi langsung bergerak dan mengamankan  pelaku di rumah kost mereka. “Pelaku sudah kita amankan. Kita  masih tunggu dari korban besok apakah  kasus ini lanjut atau berakhir damai. Karena kita tidak bisa kenakan  UU KDRT terhadap pelaku  karena belum menikah secara resmi. Kalau korban bilang lanjutkan, maka  pelaku kita kenakan pasal  penganiayaan yang diatur dalam Pasal  351 ayat (1) KUHP,” tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *