Modal Satu Tendangan, Motor Siap Digeser ke Wamena

Wakapolsek Abepura, AKP Harjaka didampingi Kanit Reskrim, Ipda Nunut Simanjuntak ketika menunjukkan barang bukti pakaian ganti pelaku TI yang akan dibawa bersama motor curiannya ke Wamena dalam Press Rilis Senin (26/4).(Gamel Cepos)

Mendengar Pengakuan Pelaku Curanmor TI yang Berhasil Dibekuk Karena Ngantuk

Hingga kini kasus pencurian kendaraan bermotor diberbagai kantor polisi di Jayapura bisa dibilang menjadi kasus yang paling menonjol. Pelaku juga terlihat piawai mengeksekusi unit demi unit.

Laporan: Abdel Gamel Naser

Pelaku ketika digelandang penyidik untuk diperiksa

Langkah seorang pemuda berinisial TI dalam aksinya melakukan pencurian kendaraan bermotor akhirnya terhenti pada Jumat (23/4). Ini setelah ia digrebek oleh tim Opsnal Polsek Abepura dan tak berkutik ketika tempat ia nongkrong dikepung. Apalagi saat penangkapan TI yang mengaku sebagai petani ini sedang tertidur lelap. Ia bahkan harus dibangunkan oleh Polisi untuk selanjutnya dibawa ke Mapolsek Abepura.
Dari pengakuannya, pada 4 April lalu ia bersama rekannya berinisial LA berkeliling menggunakan motor Honda Beat Street. Saat itu mereka berkeliling sudah pukul 02.00 WIT dan tujuannya adalah mencari target kendaraan mana yang bisa dieksekusi. Hingga akhirnya saat melitas di Jl Baru Pantai Engros ia melihat ada motor yang diparkir dipojokan. Tanpa menunggu lama TI kemudian turun dan mengeksekusi motor Honda Beat berwarna hitam tersebut.
Tak membutuhkan waktu lama dan ia hanya bermodal satu sepakan di bagian stang yang membuat pen bagian dalam stang hancur dan posisi motor tak lagi terkunci. “Saat itu motor sudah saya tutup dan sudah kunci stang dan lubang kunci juga ditutup tapi anehnya masih bisa diakali sedemikian mudah,” jelas Hendrik, pemilik motor Honda Beat Senin (26/4).
Ia juga kaget dengan perubahan motornya yang nyaris tak dikenali. Untungnya pelaku kata Hendrik belum sempat mengganti jok motor dan standart yang memang sudah dimodifikasi. “Saya kenal motor saya karena ada lubang rokok di jok dan standarnya juga bukan sudah bukan aslinya,” katanya sambal melirik satu persatu motornya.
Pelaku bisa dibilang cukup piawai mengakali motor curian sebab stiker awal yang sudah bukan asli juga diubah. Begitu juga dengan rumah kunci yang sudah diganti keseluruhan baik depan maupun belakang. Tak hanya itu, kaca spion juga dilepas termasuk dipasangkan penutup shokbreker depan yang keduanya juga sudah diganti.
“Intinya kalau tidak ada lubang rokok mungkin saya juga bingung kalau ini motor saya,” imbuhnya. Sementara untuk bisa membawa motor korban, pelaku TI tidak perlu terlalu repot karena hanya modal satu sepakan atau tendangan dan stang tak lagi terkunci. Dari cara ini paling tidak memberi cermin kepada warga Kota Jayapura untuk lebih berhati – hati sebab tidak sulit untuk menggondol 1 unit motor meski dalam kondisi sudah terkunci stang.
Wakapolsek Abepura, AKP Harjaka didampingi Kanit Reskrim, Ipda Nunut Simanjuntak juga kaget mendengar pengakuan TI yang menyebut jika motor ini sudah disiapkan untuk dibawa ke Wamena menggunakan jalur darat. “Itu luar biasa sekali, semua sudah TI lengkapi mulai dari pakaian ganti, stok BBM termasuk perlengkapan benda tajam dan tujuannya mau ke Wamena lewat jalan darat. Ban motornya juga sudah diganti lebih nge trail,” beber Harjaka.
Namun Polisi juga mencurigai soal rumah kunci dua motor yang bukan lagi standart dealer. “Ini yang juga menjadi catatan kami kok mudah sekali pelaku mendapat kunci baru utuh satu set. Apakah ada kerjasama dengan pihak bengkel atau seperti apa,” imbuh Harjaka. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *