Aktivitas di Kota Jayapura Bisa Berjalan 24 Jam

Para penjual Sate yang berjualan di Jalan Ahmad Yani 18 April lalu. Selain penjual nasi kuning, para penjual Sate tetap berjualan hingga larut malam. Jika tren penularan kasus Covid-19 terus menurun maka tidak menutup kemungkinan aktivitas masyarakat di Kota Jayapura akan kembali dibebaskan. (FOTO:WENNY FIRMANSYAH/CENDERAWASIH POS)

Jika Kasus Penularan Covid-19 Terus Menurun

JAYAPURA- Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., tidak menutup kemungkinan aktivitas di Kota Jayapura nantinya dapat berjalan selama 24 jam. Hal ini disampaikan Wali Kota Mano usai melihat tren penularan Covid 19 di Kota Jayapura yang terus semakin menurun.
“Angka kumulatif Covid 19 dari Maret 2020 mencapai 8.900 kasus lebih dan sekarang sudah sembuh ada 8.500 lebih. Data tadi malam tercatat, hanya 200 orang lebih yang dirawat. Kita terus berusaha menurunkan tren penularan Covid 19 sehingga bisa sampai 200 orang lebih yang dirawat saat ini,” ungkap Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Senin (26/4) kemarin.
Demikian, pihaknya akan terus berusaha menekan angka penularan, sehingga tren kasus dapat diturunkan, bahkan sampai zero case (nol kasus) di bulan Juni – Juli. Dengan demikian, Kota Jayapura bisa berada di zona hijau.
“Saya harapkan, seluruh ASN Kota Jayapura terus jadi pelopor memutus mata rantai penularan Covid 19 di manapun berada. Tetap sosialisasi dan edukasi masyarakat untuk selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, serta berolahraga ringan untuk tingkatkan imunitas tubuh,” terangnya.
Kata Wali Kota Mano, pihaknya berusaha agar basic reproduction number (r0) – effective reproduction number (rt) bisa sampai pada level nol. Hal ini bukan tidak mungkin dapat terwujud, mengingat saat ini rt/r0 di Kota Jayapura sudah turun dari angka 0,8 ke 0,5.
“Kita bisa melakukan aktivitas 24 jam di wilayah Kota Jayapura. Keputusan akan saya ambil ketika kita melakukan Rapat Forkopimda untuk aktivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kota Jayapura. Artinya, penanganan kesehatan terus kita jalankan, dan aktivitas eknomi juga tetap dijalankan,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *