Ratusan Pengusaha Asli Papua Demo BPJN Wamena

Ratusan Pengusaha yang tergabung dalam Forum Kontraktor Orang Asli Papua se-Lapago saat melakukan aksi demo di Kantor BPJN Wilayah 33 Wamena, Senin (26/4). (Foto:Denny/ Cepos)

WAMENA-Ratusan Pengusaha asli Papua yang tergabung dalam Forum Kontraktor Orang Asli Papua Se-Wilayah Lapago mendatangi kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 33 Wamena, Senin (26/4).
Mereka meminta keadilan bagi pengusaha asli, lantaran banyak pekerjaan besar yang dilakukan pelelangan di Jakarta tak bisa untuk dilakukan Sub Kontra untuk diberikan kepada pengusahan yang ada di daerah.
Koordinator Aksi Forum Kontraktor Orang asli Papua Budi Wenda mengaku kedatangannya bersama dengan kontraktor yang lainnya di Wilayah lapago ini, karena kontrak besar yang dikeluarkan Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 33 Wamena tidak bisa di Disubkontrakan kepada pengusaha kecil di bawah grade.
“Kami meminta Kepala BPJN wilayah 33 Wamena yang menentukan, membagi kami subkontrak, karena sesuai dengan Perpres 17 tahun 2018 dimana setiap pekerjaan besar harus memecahkan atau subkontrak untuk pengusaha asli daerah dan itu umum,”ungkapnya Senin (26/4) kemarin.
Namun, lanjut Budi Wenda, dalam pelaksanaannya tidak ada pemecahan dari pekerjaan besar yang di Subkontrakan oleh karena itu pihaknya menuntut BPJN memecahkan pekerjaan itu untuk anak -anak pengusaha asli papua, pihaknya juga meminta selama ini pekerjaan APBN selalu dilelang di Jakarta dan kalau dilakukan disana selalu memenangkan Pengusaha dari Jakarta.
“Contoh kasus kalau pekerjaannya itu nilainya Rp 10 Miliar, pengusaha dari Jakarta selalu melakukan penawaran itu di bawah seperti Rp 7 miliar tanpa memikirkan Medan yang akan dihadapi di Papua sehingga berdampak pada pekerjaan,”jelas Budi.
Kata Budi Wenda, Pengusaha dari Luar Papua berpikir dengan penawaran yang rendah itu mereka bisa membangun Papua dengan kondisi medan yang sulit, mereka sengaja untuk memberikan penawaran rendah agar bisa menang tender, sehingga pihaknya menginginkan semua kontrak ini dikembalikan kepada BPJN Wilayah 33 Wamena yang melakukan pelelangan.
“Kalau BPJN Wilayah 33 Wamena yang melakukan pelelangan maka pekerjaan dibawah Rp 20 atau Rp 10 Milyar bisa dipecahkan menjadi subkontrak menjadi Rp 1 miliar atau Rp 500 juta agar pengusaha kecil ini bisa mengerjakan itu,” katanya.
Ia juga menyatakan dalam pelelangan banyak pengusaha Papua yang mengikuti itu dan juga memasukkan penawaran dan mengeluarkan biaya untuk mengurus segala persyaratan, namun pada akhirnya hanya orang Jakarta yang menang, untuk pekerjaan yang tidak bisa disubkontrakan seperti ruas jalan Wamena- lanny Jaya, Wamena-Tolikara, Wamena – Kobagma, Wamena-Yalimo, Wamena-Puncak.
“Kami kontraktor kecil ini hanya bisa diberikan pekerjaan padat karya saja, sehingga hari ini kita minta keterbukaan ke Balai, agar balai memberikan nama -nama yang sedang kerja dan yang belum dikerja, serta pengusaha asli yang sudah diberikan pekerjaan,” bebernya.
Sementara itu Kepala BPJN Wilayah 33 Wamena Zefnat Kambu ST, MT belum bisa memberikan keterangan dan dikonfirmasi Kepada Cenderawasih Pos terkait dengan aksi demo yang terjadi di Kantor tersebut dengan alasan lututnya sakit. (Jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *