Pelanggar Prokes Masih Banyak, Kasus Laka Menurun dari Tahun Lalu

Anggota memberikan teguran sekaligus memberikan masker kepada pengendara yang tidak menggunakan masker beberapa waktu lalu.(Foto:Elfira/Cepos)

Operasi Keselamatan Matoa Tahun 2021 Berakhir, Apa Saja Bentuk Pelanggaran

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Matoa tahun 2021 Polda Papua dan Jajaran yang dilaksanakan selama 14 hari terhitung dari tanggal 12 April 2021 hingga 25 April 2021 di Papua dinyatakan selesai. Lantas pelanggaran apa saja yang terjadi ?

Laporan-Elfira

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Matoa tahun 2021 Polda Papua dan Jajaran yang dilaksanakan selama 14 hari terhitung dari tanggal 12 April 2021 hingga 25 April 2021 di Papua dinyatakan selesai.
Dalam pelaksanaannya, masih ada sebagian orang yang merasa acuh tak acuh dengan melanggar peraturan. Tidak menggunakan helm, bonceng tiga bahkan ada yang tidak menggunakan masker di tengah pandemi covid-19 yang belum usai.
Data pelaksanaan Operasi Keselamatan 2021 hari 14, jumlah pelanggaran yang ditilang di tahun 2021 yaitu 114 jika dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan tahun 2020 sebanyak 50 pelanggar. Dari data tersebut, tahun 2021 mengalami kenaikan sebanyak 64 pelanggar.
Sedangkan teguran yang diberikan sebanyak 1,320 pelanggar di tahun 2021 jika dibandingkan tahun 2020 sebanyak 1,219 pelanggar berarti di tahun 2021 terjadi kenaikan sebanyak 101 pelanggar.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, menjelang perayaan Idul Fitri 1442 H. Kepolisian terus mengingatkan masyarakat tentang pencegahan Covid-19 dengan melakukan 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Sehingga semua masyarakat bisa terhindar dari Covid-19.
“Kami juga mensosialisasikan maklumat Presiden tentang larangan mudik di hari raya idul fitri 1442 H, hal ini demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya. Kemudian dalam Operasi Keselamatan 2021, Polda Papua dan jajaran selalu membantu Pemerintah Daerah dalam mensosialisasikan serta mengingatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, Polisi harus selalu mengingatkan masyarakat untuk ketat dan disiplin Protokol Kesehatan dalam beraktivitas, khususnya di tempat umum.
Kami juga mensosialisasikan protokol kesehatan serta larangan mudik melalui media sosial baik itu, Instagram, Twitter, Facebook dan Youtube. Dengan harapan, kaum milenial dapat membantu pihak Kepolisian sebagai perpanjangan tangan kepada keluarga dan orang terdekat dalan mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Papua,” paparnya.
Semua yang dilakukan itu untuk mencegah penyebaran covid 19 di Papua. Mari kita gaungkan perintah Presiden dengan tidak mudik demi menjaga keluarga dan sanak saudara dari Covid-19.
Sementara itu, untuk data kasus kecelakaan di tahun 2021 sebanyak 8 kasus kecelakaan. Dimana tahun 2020 juga berjumlah 8 kasus kecelakaan, sehingga ditahun 2021 data kasus kecelakaan masih tetap sama.
Untuk korban meninggal dunia di tahun 2021 tidak ada, jika dibandingkan dengan tahun 2020 sebanyak 3 korban, sehingga di tahun 2021 terjadi penurunan sebanyak 3 kasus. Sementara korban luka berat tahun 2021 sebanyak 7 korban, jika dibandingkan dengan tahun 2020 berjumlah 4 korban. “Kerugian materiil di tahun 2021 sebanyak Rp 8 juta, dibandingan dengan tahun 2020 sebanyak Rp 10 jutaan,” pungkasnya. (*/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *