Pelaku Pencurian Merupakan DPO Polres Keerom

Wakapolsek Abepura, AKP Harjaka didampingi Kanit Reskrim, Ipda Nunut Simanjuntak ketika menggelar press rilis di halaman Mapolsek Abepura, Senin (26/4) sambal menunjukkan sejumlah barang bukti diantaranya motor yang dibawa salah satu pelaku TI. Dari hasil penyidikan diketahui jika TI merupakan DPO Polres Keerom.(Foto:Gamel Cepos)

JAYAPURA-Hasil penyidikan yang dilakukan penyidik Polsek Abepura terkait kasus pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan seorang pria berinisial TI (32) dan seorang rekannya berinisial LA mendapatkan hasil yang cukup mencengangkan. Bagaimana tidak, kasus pencurian ini dilakukan pada Ahad (4/4) dan berhasil ditangkap pada 23 April lalu diperoleh keterangan jika TI merupakan salah satu DPO Polres Keerom dengan kasus pencurian.
Ia sempat melarikan diri dari tahanan Polres hingga akrhirnya langkahnya terhenti pada Jumat (23/4). Tak hanya itu, dua unit motor hasil curian ini rencananya akan dibawa ke Wamena melalui jalur darat. Namun belum sampai dibawa kabur, kedua motor tersebut lebih dulu diamankan.
“Pelaku (TI) mengaku akan membawa motor ini ke Wamena dan mereka ingin menggunakan jalur darat makanya semua barang dipersiapkan,” kata Wakapolsek Abepura, AKP Harjaka didampingi Kanit Reskrim, Ipda Nunut Simanjuntak dalam press rilis di Mapolsek Abepura, Senin (26/4) kemarin.
Dari laporan korban bernama Hendrik (25) disebutkan jika motor tersebut diparkir di rumahnya dengan kondisi kunci stang dan paginya ia melihat motornya telah raib. “Saya sudah kunci stang dan tutup motornya tapi tetap saja bisa dicuri,” singkat korban. Kata Wakapolres, pelaku TI bisa dijerat dengan pasal 362 ayat 1 tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun.
“Jad TI ini merupakan DPO Polres Keerom dan setelah penangkapan ini ia akan kami serahkan dulu ke Polres Kerom sebab berkas penyidikan di Keerom sudah masuk tahap 2 dan ia harus segera dikirim ke Kejaksaan,” kata Harjaka.
Namun proses penyidikan yang dilakukan di Polsek Abepura tetap dituntaskan. TI sendiri diamankan di Asrama Kurulu saat sedang tidur. Ia tertidur sebab sebelumnya ia melarikan diri saat akan disergap. Ia berhasil melarikan diri dengan menerobos rawa – rawa di BTN Skyline. “Saat akan disergap ini ia dan rekannya LA berhasil melarikan diri dan membuang motornya tapi siangnya kami berhasil menangkap TI saat sedang tidur sedangkan LA dalam pengejaran,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *