Natalius Pigai: TPN-OPM Itu Freedom Fighter Bukan Teroris

Natalius Pigai

JAYAPURA-Natalius Pigai, SIP., salah seorang aktivis Indonesia dan merupakan salah seorang dari 11 anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia periode 2012-2017, menolak rencana pemerintah menetapkan TPN-OPM sebagai teroris. “Dari simbol-simbol negara dan bangsa, OPM tidak menganut ideologi maut. Lahir lebih dulu dari NKRI. Bintang kejora tahun 1942 sementara merah putih tahun 1944. Untuk itu, keinginan pemerintah untuk memberi label TPN-OPM sebagai organisasi teroris tidak bisa,” ucap Natalius Pigai dalam rilisnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin (26/4).
Menurutnya, penjuangan TPN-PB/OPM adalah penentuan nasib sendiri dengan berjuang sebelum Indonesia merdeka. “TPN-OPM adalah freedom fighter ditopang Konvensi Jenewa dan Hukum Humaniter sebagai kombatan dan organisasi yang pernah hadir di PBB. Saat ini pun sering hadir di berbagai forum PBB sebagai penentang kejahatan koloni atau dekolonisasi,” ungkap Pigai.
Ia menjelaskan Pemerintah dan negara, sebenarnya paham bahwa organisasi TPN-OPM adalah perjuangan kemerdekaan bukan teroris.
“TPN-OPM adalah organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan dan pembebasan yang memiliki simbol-simbol negara bangsa (nation state simbols) yaitu bendera bintang kejora, lambang negara burung mambruk. Lagu kebangsaan Hai Tanah ku Papua, wilayah kartografi Sorong sampai Merauke dan rakyat Papua bangsa Melanesia berkulit hitam. Karena itu TPN-OPM tidak menganut ideologi maut tetapi ideologi kebebasan,” sambungnya.
Pigai juga mengklaim bahwa TPN-OPM diakui di dunia secara perjuangan dan pembebasan bangsa atau tujuan dekolonisasi. (lum/syn/oel/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *