Ancam Polisi, Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur Didoor

Dilumpuhkan- Pelaku persetubuhan anak di bawah umur saat berada di Mapolres Jayapura, Senin, (26/4). Dia terpaksa dilumpuhkan polisi setelah mengancam petugas dan berusaha kabur. (Foto:Robert Mboik Cepos)

Pelaku Merupakan Residivis Kasus Pembunuhan

SENTANI- Polisi berhasil melumpuhkan dan menangkap tersangka sekaligus pelaku kasus persetubuhan anak di bawah umur, berinisial YW (32). Pelaku merupakan residivis kasus pembunuhan.
Kasus persetubuhan dengan ancaman itu terjadi pada 3 Juli Tahun 2020 yang lalu. Setelah melancarkan aksi bejatnya itu, pelaku kemudian melarikan diri dan status DPO di Polres Jayapura. Hampir setahun berselang polisi kemudian berhasil menangkap tersangka. Namun usaha polisi untuk menangkap pelaku ini tidak mulus karena dia bahkan sempat melawan petugas sehingga langsung diberikan tindakan tegas dan terukur. Timah panas yang menembus kaki bagian kanannya menyebabkan pelaku tidak berkutik dan menyerah di hadapan petugas. Kini YW sudah berada di ruang tahanan Mapolres Jayapura untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kasus ini terjadi pada 3 Juli Tahun 2020 lalu. Setelah melakukan perbuatannya, pelaku ini melarikan diri selama kurang lebih hampir 1 tahun,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Viktor Dean Mackbon, dalam keterangan persnya di Mapolres Jayapura, Senin (26/4), kemarin.
Dia menjelaskan, berdasarkan kronologisnya, kasus pemerkosaan dengan kekerasan ini awalnya dilakukan oleh pelaku yang pada saat itu bersama-sama dengan korban melakukan kegiatan piknik di salah satu tempat. Antara pelaku dan korban sebenarnya masih memiliki ikatan hubungan keluarga. Dimana, pelaku merupakan om dari korban.
“Pada 2 Juli itu mereka piknik, foto-foto. Namun karena suasana pada saat itu sudah malam, mereka menginap di tempat itu. Pada malam harinya, pelaku mendatangi korban dan mengancam korban hingga korban kemudian disetubuhi,” jelasnya.
Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu kepada keluarganya. Sehingga keluarganya membuat laporan polisi. Dari situlah polisi melakukan penyelidikan dan berusaha untuk mengamankan pelaku, namun YW melarikan diri.
“Hampir 1 tahun polisi bekerja sama dengan pihak keluarga untuk bisa melakukan pengungkapan,”jelasnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *