Dua Imam dan Empat Diakon Ditahbiskan 

Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC saat menabiskan 2 imam dan 4 diakon di Gereja Fransiskus Katedral Merauke, Minggu  (25/4)  ( foto: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Dua imam dan 4 diakon  ditahbiskan  oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC di Gereja Katedral Merauke,  Minggu (25/4). Kedua diakon ditahbiskan menjadi imam atau pastor tersebut adalah  Diakon Valentinus Generosus Nuga, Pr dan Diakon Emanusal Da Santo Meo Djogo, Pr.

Sedangkan 4 frater ditahbiskan menjadi  diakon masing-masing Yeremias Banusu, Pr, Fransiskus Xaverius Bolilera, Pr, Herlan P. Ulukyanan, Pr dan Avelinus Moat Simon, Pr. Pentahbisan 2 imam dan 4 diakon tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat.

   Tahbisan kedua ini imam dan keempat diakon ini sebenarnya direncanakan sekitar  bulan Januari  2021 lalu, namun karena Uskup  Mandagi saat itu  terkonfirmasi Covid saat berada di Ambon sehingga tahbisan tersebut ditunda dan baru dapat digelar  tersebut.

   Sebelum ditahbiskan, para diakon dan imam tersebut terlabuh dahulu mendapat sapaan dari Uskup Mandagi. Selanjutnya,  keempat diakon dan 2 imam menyatakan pengakuannya kepada Tuhan melalui Uskup dan gerejaNya.

  Uskup  Agung Petrus Canisius Mandagi saat menyapa kedua imam tersebut mengatakan bahwa keduanya diangkat masuk ke dalam kalangan para imam dengan menjalankan tugas suci yakni mengajar  di dalam Kristus sang pengajar.

   “Wartakanlah kepada semua orang sabda Allah,yang kau sendiri terima dengan suka hati. Seraya merenungkan hukum-hukum Tuhan, jagalah dirimu agar engkau tetap percaya sabda Tuhan dan menjadi teladan dalam pengajaran. Jangan nanti anda sebagai pastor membuat skandal di tengah-tengah umat dan masyarakat,’’ kata Uskup mengingatkan.

    ‘’Hendaklah pengajaranmu menjadi pegangan bagi umat Allah  dan cara hidupmu menjadi kesukaan bagi umat Kristiani. Agar dengan perkataan dan teladanmu, engkau membangun rumah yaitu gereja Allah. Jadi cara hidup menjadi kesukaan, bukan  cara hidupnya yang tidak baik akhirnya menyebabkan umat Allah malu, uskup malu, masyarakat malu. Karena anda tidak  menjadi teladan,’’ lanjutnya   mengingatkan lagi.  (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *